Bogasari Mengajar di SMK Muhammadiyah 4 Boyolali Latih 4 Resep

Bisnis48 Views

BOYOLALI — SMK Muhammadiyah 4 Boyolali menjadi tuan rumah program Bogasari Mengajar selama dua hari, Senin–Selasa, 2–3 November 2026. Baker dari Bogasari Baking Center (BBC) Semarang, Imam Nurmansyah, melatih siswa dan guru jurusan kuliner membuat empat produk makanan berbahan terigu, lengkap dengan pendalaman teori ilmiah seputar pengolahan gandum dan terigu.

Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Pendidikan Bogasari Mengajar yang sudah berjalan lebih dari seperempat abad. Bagi SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, kehadiran program ini terasa istimewa karena sebelumnya jurusan kuliner sekolah tersebut sudah tiga kali melakukan kunjungan akademik ke pabrik Bogasari di Jakarta Utara sejak 2023, namun baru kali ini pelatihan datang langsung ke sekolah.

Pada hari pertama, pelatihan diikuti 34 siswa kelas XI, 16 siswa kelas X, dan 3 guru kuliner. Sebelum masuk ke praktik, peserta dibekali pemahaman tentang bahan baku gandum hingga proses penggilingannya menjadi tepung terigu, serta teori aplikasi dalam beragam produk. Empat resep yang diajarkan Imam adalah Choux Paste, Swiss Roll, Pisang Bolen Bandung, dan Soft Cookies Monster. Para siswa juga mendapat teknik membuat pound cake, sponge cake, dan chiffon cake, plus berbagai tips dan trik yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.

Baca juga:

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Suprap, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena sekolahnya menjadi yang pertama di Jawa Tengah yang mendapatkan kesempatan dari industri tepung terigu pertama dan terbesar di Indonesia tersebut. Ia menegaskan ilmu yang didapat wajib diajarkan kepada para siswa lainnya agar manfaatnya menyebar ke seluruh jurusan kuliner.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Shirot Amin, berharap Bogasari Mengajar tidak berhenti pada pelatihan guru tamu. Ia berharap program ini membuka jalan magang siswa dan guru, baik di Bogasari maupun di UKM mitra Bogasari, mengingat guru diwajibkan magang di industri setahun sekali. Shirot juga berharap dukungan keilmuan Bogasari mengembangkan produksi kue kering Ramadan sekolah yang sudah berjalan dua tahun dan melibatkan ratusan siswa kelas X sampai XII, sekaligus mengajarkan pemasaran karena siswa ikut menjual dan mendapat insentif.

Antusiasme siswa terlihat dari pengakuan Askia Qiraina Setyani Putri, siswa kelas XI Kuliner, yang menyebut cara mengajarnya menarik dan mudah dipahami. Di akhir kelas, ada evaluasi berupa tanya jawab berhadiah untuk memastikan siswa tekun dan berkonsentrasi selama dua hari pelatihan.

Manajer Pemasaran Bogasari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, Edward Sopaheluwakan, berharap program ini membuat siswa tidak hanya tertarik menjadi pekerja, tetapi juga siap menjadi pelaku usaha setelah lulus. Bogasari, kata pria yang akrab disapa Edo ini, berkomitmen tidak hanya tumbuh dalam industri makanan, tetapi juga tumbuh bersama dunia pendidikan. Ia menambahkan, unit pelatihan BBC Semarang yang sempat berhenti karena pandemi Covid-19 kini kembali dibuka sejak 9 September 2026 dengan kapasitas pelatihan sampai 20 orang, dan terbuka untuk umum, dari pelaku UKM hingga mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu baking.

Bagi warga Boyolali, program seperti ini membuka peluang nyata: lulusan SMK yang terampil mengolah terigu bisa langsung membuka usaha kuliner rumahan atau memperkuat UMKM makanan berbasis terigu di daerahnya, sejalan dengan upaya menumbuhkan wirausaha muda di Kabupaten Boyolali.

Sumber: Jurnal Nusantara, Selasa 3 November 2026. Peristiwa: Senin–Selasa, 2–3 November 2026, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Kabupaten Boyolali.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *