BOYOLALI — Stunting masih menjadi perhatian serius bagi keluarga di Indonesia, termasuk di Boyolali. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.
Yang membuat stunting perlu diwaspadai, kondisinya sering tidak disadari: anak yang mengalaminya tidak selalu tampak kurus.
Kabar baiknya, stunting dapat dicegah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan, tiga hal utama yang dapat mencegah stunting adalah pola makan yang baik, pola asuh yang tepat, dan sanitasi yang baik. Kuncinya adalah memulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
Baca juga:
- 7 Manfaat Jalan Kaki Pagi untuk Warga Boyolali
- Minyak Goreng Bekas, Berapa Kali Boleh Dipakai Ulang di Boyolali?
- Resep Wedang Jahe Hangat, Penghangat Badan Saat Hujan di Boyolali
Kenapa 1.000 Hari Pertama Sangat Menentukan
Masa 1.000 HPK terdiri atas 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan anak. Pada masa inilah otak dan organ tubuh anak berkembang sangat cepat. Kekurangan gizi pada periode ini sulit dikejar sepenuhnya setelah anak melewati usia dua tahun.
Karena itu, pencegahan stunting tidak bisa menunggu anak terlihat pendek. Pemenuhan gizi harus dimulai sejak ibu hamil, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif, dan didampingi makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi saat anak berusia enam bulan.
Gizi Ibu Hamil dan ASI Eksklusif
Selama hamil, ibu membutuhkan makanan bergizi seimbang yang kaya protein, vitamin, dan mineral. Pemeriksaan kehamilan secara rutin juga penting agar kondisi ibu dan janin terpantau. Bila tenaga kesehatan menganjurkan tablet tambah darah, konsumsilah sesuai anjuran tersebut.
Setelah bayi lahir, berikan ASI saja sampai bayi berusia enam bulan. Kementerian Kesehatan menganjurkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian ASI dapat dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun dengan didampingi MPASI. ASI tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga membantu melindunginya dari infeksi.
MPASI Bergizi dan Pantau Tumbuh Kembang
Memasuki usia enam bulan, ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi anak yang semakin aktif. Saat inilah MPASI mulai diperkenalkan, dengan prinsip tepat waktu, adekuat, aman dan higienis, serta diberikan secara responsif.
Utamakan MPASI yang kaya protein hewani, seperti telur, ikan, ayam, dan daging, dilengkapi karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah. Protein hewani mengandung asam amino lengkap sehingga lebih optimal untuk tumbuh kembang anak.
Selain itu, bawalah anak ke posyandu setiap bulan untuk memantau berat badan dan tinggi badannya. Lengkapi imunisasi anak, jaga kebersihan lingkungan, dan pastikan keluarga menggunakan air bersih serta sanitasi yang baik. Bila kurva pertumbuhan anak melambat atau anak sering sakit, segera konsultasikan ke puskesmas terdekat di Boyolali.
Mencegah stunting adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Dengan gizi yang cukup sejak kehamilan, ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan pemantauan rutin di posyandu, orang tua di Boyolali dapat membantu anak tumbuh sehat dan optimal. Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti saran tenaga kesehatan.
Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Sabtu 31 Oktober 2026.
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












