Duel Sajam Dua Pelajar di Ampel, Polisi Ajak Orang Tua Awasi Anak

Kriminal19 Views

Sebuah video yang beredar di media sosial membuat banyak orang tua di Boyolali cemas. Dua pelajar terekam saling serang dengan senjata tajam di jalan raya yang ramai dilalui kendaraan di wilayah Ampel.

Polres Boyolali bergerak menelusuri video tersebut. Menurut Liputan4, peristiwa terjadi Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Solo–Semarang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel. Solopos menyebut kejadian pada Jumat (4/9/2026). Menurut Liputan4, Tim URC Satreskrim Polres Boyolali mengamankan kedua anak pada Senin (7/9/2026).

Intinya

  • Dua pelajar di bawah umur terlibat duel senjata tajam di Jalan Solo–Semarang, Ampel, awal September 2026.
  • Keduanya diamankan polisi pada Senin (7/9/2026) beserta senjata yang digunakan.
  • Duel berlangsung sekitar 30 detik dan tidak menimbulkan korban luka.
  • Polisi akan menggandeng Dinas Pendidikan dan kepala sekolah untuk mencegah tawuran.

Siapa yang terlibat?

Kedua pelaku masih di bawah umur. Menurut Solopos, satu di antaranya pelajar SMK dan satu lagi siswa SMP. Karena keduanya masih anak, Boyolali.net tidak memuat identitas maupun nama sekolah mereka.

“Kami sudah mengamankan kedua pelajar tersebut bersama dengan barang bukti celurit panjang yang dipergunakan pada saat melakukan perkelahian,” kata Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, seperti dikutip Solopos.

Selain kedua anak, polisi juga meminta keterangan dari tiga teman mereka. Keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 307 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Apa pemicunya?

Menurut hasil penyelidikan yang dikutip Liputan4, kedua anak sepakat bertemu untuk melakukan “duel alatan”, yakni tantangan satu lawan satu dengan senjata tajam. Motifnya disebut karena gengsi atas nama sekolah masing-masing serta keinginan mendapat pengakuan.

Duel berlangsung sekitar 30 detik dan tidak menimbulkan korban luka. Polisi juga menemukan bahwa senjata tajam yang dipakai dibeli melalui media sosial.

Temuan terakhir ini menjadi catatan bagi orang tua. Barang berbahaya ternyata bisa diperoleh anak lewat transaksi daring tanpa sepengetahuan keluarga.

Apa langkah polisi dan sekolah?

Kapolres menyatakan akan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan menggelar rapat bersama kepala sekolah tingkat SMK, SMA, dan SMP. Tujuannya, menurut Solopos, untuk memberikan sanksi yang tegas bagi pelajar yang terindikasi melakukan aksi tawuran.

Langkah ini berkaitan langsung dengan temuan penyidik bahwa duel dipicu gengsi atas nama sekolah. Dengan kata lain, persoalannya tidak hanya terjadi di jalan, tetapi juga bermula dari pergaulan antarpelajar.

Apa yang bisa dilakukan orang tua?

Kapolres mengimbau pelajar agar tidak mudah terprovokasi, tidak membawa maupun memiliki senjata tajam, serta tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. “Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak,” ujarnya, seperti dikutip Liputan4.

Akun Instagram yang pertama membagikan video juga mengajak orang tua dan pihak sekolah terus memberi perhatian serta pengawasan kepada anak-anak. “Mari jaga Ampel tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tulis akun tersebut, seperti dikutip Solopos.

Apa selanjutnya?

Penanganan perkara kedua anak berlanjut di Polres Boyolali. Di sisi pencegahan, polisi bersiap menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah untuk menyepakati langkah menekan tawuran pelajar.

Kasus ini terungkap berkat video yang beredar di media sosial. Kepedulian warga dan pengawasan orang tua menjadi kunci, sebagaimana diingatkan Kapolres, agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *