Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setelah daerah ini berbulan-bulan dilanda kekeringan. Meski menjadi kabar baik bagi warga yang menanti berakhirnya musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor.
Dalam beberapa hari terakhir, awan mendung mulai menutupi sejumlah wilayah Boyolali. Hujan dengan intensitas ringan dan durasi pendek juga sempat mengguyur beberapa wilayah pada Selasa (27/10/2026). Hujan yang mulai turun itu, termasuk di kawasan Alun-Alun Boyolali, diharapkan menjadi penanda berakhirnya musim kemarau panjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan diperkirakan turun lebih merata pada akhir November hingga awal Desember 2026. Ia menyebut terjadi perlambatan turunnya hujan, namun mundurnya musim hujan tidak menutup kemungkinan hujan yang turun nantinya langsung berintensitas tinggi atau cukup lebat.
Baca juga:
- BMKG: Boyolali Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat Hari Ini, Rabu 28 Oktober 2026
- Musim Hujan di Boyolali Diprediksi Lebat, BPBD Siapkan Mitigasi
- Kekeringan Boyolali Belum Usai, Air Bersih Tembus 9,3 Juta Liter
Karena itu, BPBD Boyolali mulai melakukan mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor di wilayah rawan. Salah satu langkahnya adalah membersihkan saluran air yang tersumbat sampah. Wilayah dengan saluran air yang terhambat menjadi perhatian utama, agar air tidak meluap saat hujan deras turun dan berdampak pada permukiman warga.
“Wilayah-wilayah yang saat ini salurannya terhambat oleh sampah akan menjadi atensi utama BPBD. Tujuannya, ketika terjadi hujan lebat tidak memicu luapan air yang berdampak pada permukiman warga,” ujar Ari, seperti dikutip dari Tribun Solo, Rabu (28/10/2026).
Bagi warga, kewaspadaan ini penting terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng rawan longsor. Membersihkan saluran air di sekitar rumah, tidak membuang sampah ke selokan, dan memantau informasi cuaca resmi menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan sambil menanti hujan merata. Bila hujan deras berlangsung lama, warga diimbau segera menjauhi area rawan dan melapor kepada perangkat desa atau petugas terdekat bila melihat tanda bahaya.
Di sisi lain, hujan yang mulai turun juga membawa harapan bagi wilayah yang masih mengalami kekeringan. BPBD berharap hujan segera mengguyur seluruh wilayah Boyolali agar dampak kekeringan berkurang. “Harapannya memang semoga hujan segera turun secara merata, sehingga kekeringan di Kabupaten Boyolali ini bisa berkurang,” kata Ari.
Ilustrasi: hujan deras mengguyur kawasan perkotaan. Sumber: Tribun Solo, Rabu 28 Oktober 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps











