BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali meraih penghargaan Human Development Impact Award 2026 pada ajang Solo Raya Impact Award 2026 (SRi 2026) di Hotel Alana, Colomadu, Karanganyar, Kamis (5/11/2026) malam. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan.
Apresiasi ini diberikan atas lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Boyolali pada 2025 yang melesat 1,30 poin, rekor peningkatan tertinggi di antara kabupaten/kota se-wilayah Solo Raya. Ajang SRi 2026 menganugerahkan penghargaan kepada 14 penerima dari unsur pemerintah daerah, lembaga, hingga figur inspiratif yang terbukti memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan pengembangan sumber daya manusia di Solo Raya.
Menerima penghargaan tersebut, Bupati Agus Irawan menegaskan capaian ini merupakan buah dari kerja keras Pemkab Boyolali dalam menggenjot tiga pilar utama pembangunan manusia: pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Baca juga:
- UMK Boyolali 2026: Besaran, Cara Cek, dan Hak Pekerja Bila Gaji di Bawah UMK
- 15 ASN Lolos Seleksi Calon Pejabat Tinggi Pemkab Boyolali, Ini Daftar Namanya
- Waspada Darah Tinggi di Usia 35+, Tanda Awal yang Sering Diabaikan Warga Boyolali
Tiga Pilar di Balik Lonjakan IPM Boyolali
Di sektor pendidikan, Pemkab Boyolali menggulirkan terobosan berupa intervensi beban biaya sekolah untuk menjaga aksesibilitas dan mutu pembelajaran. “Di bidang pendidikan kita terus bergerak, bagaimana membuat terobosan untuk pendidikan yang lebih baik. Kami menghadirkan program baru, yaitu pembagian seragam dan LKS gratis bagi siswa SD dan SMP tahun ajaran baru di Boyolali,” ungkap Bupati Agus.
Pada sektor kesehatan, Pemkab melengkapi fasilitas layanan primer dengan teknologi medis yang mumpuni guna mempercepat daya tanggap petugas di lapangan. “Untuk dunia kesehatan, kami menyediakan alat deteksi cepat di setiap puskesmas. Mutu pelayanan kesehatan masyarakat Boyolali terus kita tingkatkan secara merata,” tambahnya.
Warga Pengging Ikut Raih Penghargaan
Selain penghargaan untuk Pemkab Boyolali, ajang ini juga menobatkan warga asli Pengging, Kecamatan Banyudono, Totok Sudaryanto, sebagai penerima penghargaan Environmental Stewardship. Totok dianugerahi penghargaan atas konsistensi dan dedikasinya selama sembilan tahun terakhir merawat ekosistem perairan lokal.
Melalui komunitas “Gila Selingkuh” (Giat Selamat Alam Lestarikan Lingkungan Hidup) yang dibentuknya, Totok rutin membersihkan sampah rumah tangga di sungai, merapikan bantaran, hingga memangkas rumput liar setiap sore. “Saya berharap masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai, makin peduli. Setidaknya jangan lagi membuang sampah ke sungai,” tutur Totok.
Bagi warga Boyolali, capaian ini berarti layanan pendidikan dan kesehatan yang makin terjangkau dan merata, dari seragam dan LKS gratis bagi anak sekolah hingga alat deteksi cepat di puskesmas terdekat. Kombinasi kebijakan pemerintah daerah dan aksi swadaya masyarakat seperti yang dilakukan Totok kian mengukuhkan komitmen Boyolali membangun daerah yang berkelanjutan, sehat, dan berdaya saing tinggi.
Sumber: Akuntabel.id, Jumat 6 November 2026; Tribun Video, 5 November 2026. Peristiwa: Kamis, 5 November 2026 malam, Hotel Alana, Colomadu, Karanganyar.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps











