Jaket Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali

Ekonomi62 Views

BOYOLALI — Hujan yang turun sore hingga malam hari sering membuat jaket pengendara motor basah kuyup. Jaket yang dipakai menerobos hujan di jalan Solo–Semarang maupun jalan antarkecamatan di Boyolali itu biasanya baru sempat diurus setelah sampai di rumah, padahal cara mengeringkannya menentukan awet tidaknya jaket tersebut.

Jaket basah yang langsung dilipat dan dimasukkan ke lemari adalah kesalahan paling umum. Sisa air yang terperangkap di serat kain membuat jaket lama kering, mudah berbau apek, dan bisa ditumbuhi jamur bila sering lembap.

Kabar baiknya, mengeringkan jaket basah tidak memerlukan alat mahal. Kuncinya ada pada tiga hal: keluarkan airnya dengan lembut, beri sirkulasi udara yang cukup, dan pastikan jaket benar-benar kering sebelum disimpan. Berikut tujuh cara yang bisa langsung dipraktikkan warga Boyolali di rumah.

Baca juga:

1. Kibaskan dan gantung segera, jangan dilipat

Setibanya di rumah, kibaskan jaket pelan-pelan untuk membuang air yang menempel di permukaan. Setelah itu gantung jaket di gantungan yang kokoh, bukan dilipat atau digulung di dalam tas. Posisi menggantung membuat air menetes ke bawah dan udara bisa menyentuh seluruh permukaan kain.

2. Buka resleting dan keluarkan isi kantong

Buka seluruh resleting dan kancing, lalu keluarkan dompet, ponsel, kunci, dan barang lain dari kantong. Kantong yang tertutup rapat adalah bagian yang paling lama kering. Membukanya juga mencegah barang di dalam kantong ikut lembap dan berjamur.

3. Serap air dengan handuk kering, jangan diperas keras

Tekan-tekan jaket dengan handuk kering bersih untuk menyerap air, terutama di bagian kerah, lengan, dan ujung jaket. Hindari memeras jaket terlalu keras, apalagi jaket berbahan parasut tipis atau berlapis busa, karena bentuknya bisa berubah dan lapisannya bisa rusak.

4. Angin-anginkan di tempat teduh yang berventilasi

Gantung jaket di teras, dekat jendela, atau ruangan dengan jendela terbuka agar angin bisa lewat. Hindari menjemur langsung di bawah terik matahari yang menyengat, karena panas berlebih bisa membuat warna memudar dan bahan menjadi kaku.

5. Bantu dengan kipas angin, bukan api atau setrika panas

Kipas angin adalah cara paling aman untuk mempercepat pengeringan. Arahkan kipas ke jaket selama beberapa jam sambil sesekali membaliknya. Jangan mengeringkan jaket di atas kompor atau dengan setrika panas, karena risiko merusak bahan jauh lebih besar daripada manfaatnya.

6. Perlakukan jaket kulit dan bahan khusus secara berbeda

Jaket kulit, suede, atau jaket berbulu tidak boleh direndam maupun dikeringkan dengan panas tinggi. Cukup lap permukaannya dengan kain kering, lalu angin-anginkan sampai kering. Bila jaket masih terasa kaku atau bernoda setelah kering, sebaiknya serahkan ke jasa cuci profesional daripada mencoba cara yang berisiko.

7. Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan

Sebelum masuk lemari, raba bagian dalam jaket, ketiak, kerah, dan lipatan lengan. Bila masih terasa dingin dan lembap, angin-anginkan lagi. Jaket yang disimpan dalam keadaan setengah kering hampir pasti berbau apek keesokan harinya, dan bau itu jauh lebih sulit dihilangkan daripada sekadar menunggu jaket kering sempurna.

Dengan tujuh langkah di atas, jaket basah bisa kering dengan aman dan siap dipakai lagi keesokan harinya. Di musim hujan seperti sekarang, mengurus jaket begitu sampai di rumah adalah perawatan paling murah agar jaket tetap awet.


Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *