PAUD Boyolali Adukan SPPG Gagaksipat ke BGN hingga Presiden

Politik103 Views

BOYOLALI — Pengelola, guru, hingga orang tua siswa PAUD/KB Kids Fun Education di Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, mengadukan SPPG Gagaksipat 5 ke Satgas MBG Boyolali, Rabu (4/11/2026). Aduan itu menyusul kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa serta temuan ulat dalam menu yang diterima sekolah tersebut.

Kuasa hukum sekolah, Badrus Zaman, mengatakan surat aduan ditujukan kepada Ketua Satgas MBG Boyolali dan Korwil SPPG Boyolali. Tembusannya disampaikan kepada Presiden Indonesia, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Gubernur Jawa Tengah, Bupati Boyolali, Kepala SPPG Gagaksipat 5, Dinas Kesehatan Boyolali, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali.

Badrus menjelaskan, sekolah itu menerima MBG sejak 10 November 2025 dari SPPG lain, sebelum layanan dipindah ke SPPG Gagaksipat 5 pada April 2026. Selama distribusi dari SPPG itu, tiga kali ditemukan ulat hidup dalam menu. Pada 24 September 2026, 10 peserta didik dan 1 guru mengalami gejala sama, yaitu muntah dan demam. Sejumlah siswa dirawat di rumah sakit selama 3 hingga 7 hari dan dinyatakan mengalami gangguan pencernaan serta terpapar bakteri, sementara yang lain menjalani rawat jalan dan pulih dalam satu hingga dua pekan.

Baca juga:

Pada 25 September 2026, pertemuan pihak SPPG, sekolah, babinsa, dan Puskesmas menyepakati pemeriksaan laboratorium terhadap sampel MBG. Pada 19 Oktober 2026, sekolah menerima kunjungan pihak SPPG dan Puskesmas. Menurut Badrus, dalam pertemuan itu disampaikan secara lisan bahwa hasil laboratorium menemukan bakteri pada air dapur SPPG serta pada lauk lele. Hingga aduan dibuat, sekolah menilai persoalan itu belum terselesaikan transparan, terutama soal hasil laboratorium, keamanan makanan, dan pertanggungjawaban.

Melalui kuasa hukumnya, sekolah meminta Satgas dan Korwil SPPG menegur pihak terkait, memerintahkan SPPG Gagaksipat 5 memberi penjelasan tertulis dan salinan hasil laboratorium, menyampaikan permohonan maaf lisan dan tertulis melalui lima media massa, menanggung biaya rawat inap, rawat jalan, dan pengobatan, serta mengevaluasi menyeluruh SPPG tersebut. Bila dalam 7 x 24 jam setelah aduan diterima tidak ada konfirmasi, pihaknya akan menempuh proses hukum pidana maupun perdata.

Pengelola sekolah, Dewi Ritaningsih, mengatakan siswanya sekitar 46 anak. Yang sakit serentak mula-mula 11 anak, lalu dalam dua-tiga hari totalnya melebihi separuh siswa, dengan gejala panas, muntah, pusing, dan lemas. Menu saat itu adalah fillet lele, sayur, buah, dan nasi. Orang tua siswa, Apriyani Wulandari, mengatakan anaknya dirawat sekitar tiga hari, sedangkan siswa lain lima hingga tujuh hari, dengan diagnosis muntah sedang hingga berat dan infeksi pencernaan. Dewi menambahkan, sekolah lain penerima MBG dari SPPG yang sama juga mengalami gejala serupa.

Ketua Satgas MBG Boyolali yang juga Sekretaris Daerah Boyolali, M. Syawalludin, mengatakan pihaknya akan memfasilitasi aduan itu dan mempelajari substansinya setelah surat diterima. Dalam pemberitaan Solopos, belum dimuat tanggapan dari pihak SPPG Gagaksipat 5.

Sumber: Solopos/Espos.id, Rabu 4 November 2026. Peristiwa: Rabu 4 November 2026, Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *