Sprei Cepat Kusam? Kenali Penyebabnya
Sprei yang baru dibeli biasanya terasa lembut, warnanya cerah, dan membuat tidur lebih nyaman. Namun setelah beberapa bulan dipakai, banyak warga Boyolali mengeluhkan sprei yang warnanya cepat kusam, seratnya menipis, bahkan muncul bau apek meski sudah dicuci. Padahal, penyebabnya sering kali bukan kualitas spreinya, melainkan cara merawat yang kurang tepat.
Keringat, debu, dan sisa deterjen yang menumpuk adalah musuh utama warna sprei. Mencuci dengan air terlalu panas, menjemur langsung di bawah terik matahari seharian, dan mencampur sprei dengan pakaian berwarna gelap juga mempercepat warna memudar. Kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang membuat sprei kesayangan cepat terlihat tua.
Kabar baiknya, sprei bisa awet cerah lebih lama dengan perawatan yang benar. Kuncinya ada pada frekuensi mencuci, suhu air, pemilihan deterjen, dan cara menjemur. Berikut tujuh cara merawat sprei agar tetap bersih, lembut, dan warnanya awet.
Baca juga:
- Selimut Cepat Bau? 7 Cara Merawatnya agar Tetap Hangat di Boyolali
- Bantal Cepat Kempes? 7 Cara Merawatnya agar Tetap Empuk di Boyolali
- Gorden Cepat Kusam? Ini 7 Cara Merawatnya agar Tetap Rapi di Boyolali
1. Cuci Sprei Setiap Satu Sampai Dua Minggu
Sprei sebaiknya dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali, atau lebih sering bila cuaca sedang panas dan banyak berkeringat. Jangan menunggu sampai sprei terasa kotor atau berbau, karena kotoran yang menempel terlalu lama lebih sulit hilang dan membuat warna cepat kusam.
2. Pisahkan Sprei dari Pakaian Lain
Cuci sprei secara terpisah dari pakaian, terutama pakaian berwarna gelap dan berbahan kasar seperti denim. Gesekan dengan bahan kasar merusak serat sprei, sementara lunturan warna dari pakaian gelap membuat sprei terang cepat kusam.
3. Gunakan Air Dingin atau Hangat Suam-Suam Kuku
Air panas memang terasa lebih bersih, tetapi suhu tinggi merusak serat kain dan memudarkan warna. Gunakan air dingin atau hangat suam-suam kuku, kecuali sprei putih katun yang memang boleh dicuci dengan air hangat untuk menghilangkan noda membandel.
4. Takar Deterjen Secukupnya
Deterjen berlebihan tidak membuat sprei lebih bersih, justru meninggalkan residu yang membuat kain kaku dan kusam. Ikuti takaran pada kemasan, dan pilih deterjen cair yang lebih mudah larut agar tidak meninggalkan bercak putih pada sprei berwarna.
5. Hindari Pemutih pada Sprei Berwarna
Pemutih klorin hanya aman untuk sprei putih. Untuk sprei bermotif atau berwarna, gunakan pemutih oksigen (oxygen bleach) yang lebih lembut, atau cukup rendam dengan air hangat dan sedikit cuka sebelum dicuci untuk mengangkat noda ringan.
6. Jemur di Tempat Teduh dan Berangin
Sinar matahari langsung memang membunuh bakteri, tetapi menjemur sprei seharian di terik matahari membuat warna cepat pudar. Jemur sprei di tempat teduh yang berangin, atau di bawah sinar matahari pagi selama satu hingga dua jam saja, lalu pindahkan ke tempat teduh.
7. Simpan Sprei dalam Keadaan Kering dan Rapi
Pastikan sprei benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Sprei yang masih lembap akan menimbulkan bau apek dan jamur di lemari. Simpan sprei di tempat kering, beri pengharum lemari alami seperti sabun batangan, dan ganti sprei cadangan secara bergiliran agar tidak ada satu sprei yang dipakai terus-menerus.
Dengan tujuh langkah sederhana di atas, sprei di rumah bisa tetap cerah, lembut, dan nyaman dipakai lebih lama. Perawatan yang konsisten jauh lebih hemat daripada sering membeli sprei baru, dan tidur pun menjadi lebih nyenyak.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












