BOYOLALI – Hanya sekitar lima menit berkendara dari Bandara Adi Soemarmo, tersembunyi sebuah waduk bersejarah yang kini menjadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Boyolali. Waduk Cengklik, yang dibangun pada era Belanda antara tahun 1926 hingga 1928, menawarkan perpaduan panorama alam, aktivitas air, dan kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan.
Waduk seluas sekitar 300 hektare ini terletak di Desa Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Dari tepi tanggulnya, pengunjung disuguhi pemandangan langsung Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di arah barat. Momen paling diburu wisatawan adalah saat matahari terbenam, ketika langit jingga berpadu dengan siluet perahu nelayan yang melintas di permukaan air.
Berbagai aktivitas bisa dinikmati di sini. Pengunjung dapat berkeliling waduk dengan perahu wisata seharga Rp10.000 per orang sekali putaran, atau menantang adrenalin dengan speed boat Rp80.000 sekali putaran untuk maksimal 3–4 orang. Bagi yang gemar memancing, waduk ini menyimpan ikan nila yang boleh dipancing dengan cara yang baik dan benar. Tanggul waduk yang panjang juga kerap dipakai untuk jogging dan bersepeda santai.
Baca juga:
- Merapi Garden Selo Boyolali, Taman Bunga Rp5 Ribu Berlatar Gunung Merapi yang Instagramable
- Bukit Cilenguk Selo Boyolali, Wisata Gratis Berpanorama Merapi dan Petilasan Pakubuwono X
- Air Terjun Kedung Kayang, Air Terjun 30 Meter di Kaki Merapi-Merbabu dengan Goa di Balik Tirai Air
Urusan perut, kawasan waduk dipenuhi warung-warung yang menyajikan olahan ikan air tawar hasil tangkapan waduk itu sendiri. Menu yang paling diburu adalah pecel ikan wader, kuliner khas yang hanya bisa ditemui di sekitar Waduk Cengklik. Sambil menyantap hidangan, pengunjung bisa menikmati semilir angin dan pemandangan hamparan air yang tenang.
Di sisi timur laut waduk, terdapat Waduk Cengklik Park, taman rekreasi keluarga dengan konsep mirip mini dufan. Wahana yang tersedia antara lain waterboom, komidi putar, kereta mini, rumah terbalik, labirin kaca, flying fox, hingga VR cinema. Tiket masuk kawasan park dibanderol Rp20.000–Rp25.000, dengan opsi tiket terusan Rp100.000–Rp130.000 tergantung paket dan usia.
Untuk memasuki kawasan waduk, pengunjung cukup membayar retribusi Rp2.000–Rp5.000 per orang, plus parkir Rp2.000 untuk sepeda motor. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Dengan lokasinya yang strategis dekat bandara dan Kota Solo, Waduk Cengklik layak masuk daftar kunjungan saat berada di Boyolali.
Sumber: Traveloka, Backpacker Jakarta, Beritaenam.com, blog Teh Anget Berdua, laman resmi Waduk Cengklik (sites.google.com/view/wadukcengklikcom), dan akun TikTok @dolanboyolali.






