Bersih-bersih Kali Silem Boyolali, Sampah Pampers hingga Pakaian Dalam Menumpuk

Berita47 Views

Ratusan orang mengikuti kegiatan bersih-bersih Kali Silem di Dukuh Silem, Desa Kadireso, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (6/11/2026). Dari kegiatan tersebut, lebih dari satu truk sampah berhasil dikumpulkan, mulai dari pampers hingga pakaian dalam.

Sampah yang menumpuk di aliran sungai itu selama ini mencemari Kali Silem. Selain pampers dan pakaian dalam, petugas dan warga juga menemukan sampah plastik, kayu, hingga dedaunan yang sudah lama tidak dibersihkan dari sungai tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Suraji, mengatakan kegiatan bersih sungai itu digelar dalam rangka Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Lebih dari 200 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, desa, kecamatan, hingga kabupaten ikut turun ke sungai.

Baca juga:

Suraji menjelaskan, kegiatan tersebut berawal dari permintaan masyarakat, terutama kelompok pemuda yang peduli terhadap kondisi Sungai Silem yang dipenuhi sampah. DLH Boyolali kemudian merespons aspirasi itu dengan menggelar bersih sungai bersama masyarakat dan instansi lain.

“DLH juga menurunkan alat berat, agar nanti pembersihannya tuntas, harapan kami setelah dibersihkan, sungainya tidak dikotori lagi. Ada juga bantuan dari Pemkab berupa sarana prasarana pengelolaan sampah,” kata Suraji.

Pemkab Boyolali juga memberikan bantuan berupa wadah untuk sampah plastik. Suraji berharap masyarakat mulai mengelola sampah dari rumah masing-masing. Menurut dia, pembersihan sungai bukan aksi tunggal, melainkan harus diikuti kegiatan lanjutan berupa edukasi pengelolaan sampah.

“Selain bersih-bersih sungai, ada juga edukasi pengelolaan sampah. Kali atau sungai jangan dianggap sebagai tempat buang sampah, bisa kalinya dimanfaatkan,” ujarnya.

Sampah yang terkumpul kemudian diangkut DLH Boyolali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong. Suraji menjelaskan kegiatan bersih sungai itu juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana menjelang musim hujan.

“Pada hujan pertama, sampah-sampah terangkat dan dapat menyumbat lalu menimbulkan banjir,” kata dia.

Pegiat sungai, Totok Sudaryanto, mengapresiasi kegiatan bersih-bersih sampah di Kali Silem. Menurut dia, kegiatan serupa sebenarnya telah dilakukan masyarakat di berbagai tempat, tetapi di Kali Silem baru kali ini dilaksanakan.

“Akan tetapi kalau di Kali Silem baru kali ini dilaksanakan, sehingga ini menjadi virus yang baik dan ditularkan ke tempat lain,” kata Totok.

Totok menjelaskan kegiatan bersih sungai itu juga didukung komunitas-komunitas peduli sungai. Dengan dukungan tersebut, jumlah masyarakat yang hadir bahkan melebihi jumlah orang yang diundang.

“Untuk sampah yang ditemukan pampers itu tentu ada, ada juga pakaian dalam. Ada masyarakat yang mampu membeli pampers, tapi tidak mampu mengelola sampahnya. Yang kami tekankan ke masyarakat yaitu sampahmu tanggung jawabmu,” kata dia.

Dia mengajak masyarakat mengelola sampah dengan baik sekaligus mengantisipasi bencana banjir, air bah, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan kegiatan bersih sungai tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi bencana pada musim penghujan.

“Sampah yang ditemukan banyak sekali ini, ada sampah plastik, organik, semuanya jadi satu karena di sini tidak pernah dibersihkan. Sempat ada masukan dari warga untuk dibersihkan. Jadi masyarakat jangan buang sampah sembarangan, kami juga menyiapkan bantuan tempat sampah sehingga tidak boleh buang sampah di sungai,” kata Agus Irawan.

Bagi warga Desa Kadireso dan sekitarnya, Kali Silem yang bersih diharapkan tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah. Sungai yang terawat bisa dimanfaatkan warga, sekaligus mengurangi risiko banjir saat hujan deras mengguyur wilayah Teras dan sekitarnya.

Sumber: Solopos/Espos.id, artikel “Bersih-bersih Kali Silem Boyolali, Sampah Pampers hingga Pakaian Dalam Menumpuk”, Jumat 6 November 2026.


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *