Dokumen Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Menyelamatkannya di Boyolali

Ekonomi55 Views

BOYOLALI — Hujan deras yang datang tiba-tiba di musim hujan kerap membuat barang bawaan ikut basah. Salah satu yang paling membuat panik adalah dokumen penting: ijazah, kartu tanda penduduk, kartu keluarga, buku tabungan, atau surat-surat kendaraan yang ternyata ikut kehujanan di dalam tas.

Kertas yang basah memang menjadi rapuh dan tintanya bisa luntur. Namun dokumen yang basah belum tentu hilang total. Dengan penanganan yang tepat dan tidak terburu-buru, banyak dokumen masih bisa diselamatkan, setidaknya isinya tetap terbaca dan bisa diurus penggantiannya bila perlu.

Kuncinya ada pada langkah pertama: jangan panik dan jangan memaksakan dokumen segera kering dengan cara yang kasar. Perlakuan yang salah, seperti menggosok kertas basah atau menjemurnya di bawah matahari terik, justru bisa membuat kertas sobek, mengerut, dan tinta semakin rusak.

Baca juga:

1. Jangan digosok dan jangan dipanaskan langsung

Saat kertas masih basah, seratnya sangat rapuh. Menggosoknya dengan kain atau tisu hanya akan membuat permukaan kertas mengelupas dan tulisan terhapus. Hindari pula pengering rambut bersuhu panas, setrika, dan jemuran di bawah sinar matahari langsung karena panas berlebih membuat kertas mengerut dan menguning.

2. Pisahkan lembarnya perlahan

Keluarkan dokumen dari map atau plastiknya, lalu pisahkan lembar demi lembar dengan hati-hati. Lembaran yang menempel jangan ditarik paksa; biarkan sedikit mengering dulu hingga lebih mudah dilepas. Bila dokumen menempel kuat, pisahkan dari pinggirnya secara perlahan agar tidak sobek.

3. Tiriskan dan angin-anginkan di ruangan teduh

Letakkan dokumen di atas handuk kering atau kertas penyerap di ruangan yang teduh dan berangin. Bila perlu, nyalakan kipas angin dari jarak yang aman agar udara mengalir tanpa menerbangkan kertas. Balik lembarnya secara berkala supaya kedua sisinya kering merata.

4. Selipkan kertas penyerap untuk dokumen tebal

Untuk berkas yang tebal, selipkan kertas penyerap atau kertas koran bersih di antara beberapa lembar. Ganti kertas penyerapnya setiap beberapa jam karena kertas yang sudah jenuh justru menahan lembap. Jangan menumpuk dokumen basah terlalu tebal karena bagian tengahnya lama kering dan mudah berjamur.

5. Perlakukan kartu dan dokumen berlaminasi secara berbeda

Kartu identitas, kartu ATM, dan dokumen berlaminasi tidak menyerap air seperti kertas biasa. Cukup lap permukaannya dengan kain kering yang lembut, lalu angin-anginkan hingga benar-benar kering sebelum dimasukkan kembali ke dompet. Jangan merendam kartu ber-chip terlalu lama karena bisa mengganggu fungsinya.

6. Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan

Dokumen yang terasa kering di permukaan belum tentu kering di dalamnya. Simpan dokumen hanya setelah seluruh lembarnya kering dan tidak lagi terasa lembap atau dingin. Setelah itu, simpan di map kering yang bersih, dan bila ada, tambahkan silica gel untuk menyerap sisa lembap di dalam map.

7. Bila rusak parah, amankan salinannya lalu urus penggantian

Bila tinta sudah luntur atau kertas sudah sobek, pindai atau foto bagian yang masih terbaca sebagai arsip darurat. Setelah itu, urus penggantian ke instansi terkait dengan membawa dokumen asli yang tersisa dan identitas diri: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk KTP dan kartu keluarga, sekolah atau kampus untuk ijazah, dan bank terkait untuk buku tabungan. Jangan pernah mengubah atau memalsukan dokumen, sekecil apa pun kerusakannya.

Agar kejadian serupa tidak terulang, biasakan membungkus dokumen penting dengan map plastik atau kantong kedap air setiap bepergian di musim hujan. Pisahkan pula dokumen asli dengan fotokopinya, dan simpan salinan pindai di tempat yang aman. Langkah sederhana ini jauh lebih murah daripada mengurus dokumen yang rusak karena kehujanan.


Info Belanja

Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *