7 Oleh-Oleh Khas Boyolali yang Wajib Dibawa Pulang
Berkunjung ke Kota Susu rasanya kurang lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas Boyolali untuk keluarga di rumah. Berbagai camilan dan makanan unik berbahan dasar susu sapi hingga olahan ikan lele menjadi pilihan wajib yang hanya mudah ditemukan di Boyolali.
Boyolali dijuluki Kota Susu karena populasi sapi perahnya yang besar. Produksi susu sapi di daerah ini mencapai 120 ribu liter per hari. Tak heran jika banyak oleh-oleh khasnya berbahan dasar susu sapi segar.
Pilihan pertama dan paling ikonik adalah tahu susu. Berbeda dari tahu biasa yang terbuat dari kedelai, tahu susu dibuat dari susu sapi segar. Teksturnya sangat lembut dengan rasa gurih dan creamy. Paling nikmat disantap dengan ulekan cabe, bawang, dan garam. Harganya sekitar Rp35.000 per kotak bening di pusat oleh-oleh, dan ada juga kemasan mulai Rp5.000 per bungkus.
Baca juga:
- Tongseng Boyolali, Hidangan Kambing Berkuah Gurih yang Lahir di Kota Susu
- Resep Soto Ayam Kuah Bening Segar Khas Boyolali
- Embung Manajar Boyolali: Wisata Embung 24 Jam Berlatar Gunung Merapi
Dodol Susu hingga Susu Segar: Oleh-Oleh Khas Boyolali yang Creamy
Selain tahu susu, ada dodol susu yang menjadi inovasi dari dodol tradisional. Dodol ini dibuat dengan tambahan susu sapi sehingga teksturnya lebih lembut dan rasanya manis creamy. Dodol susu juga tahan lama sehingga populer dijadikan oleh-oleh.
Bagi yang ingin merasakan kesegarannya langsung, susu segar bisa dinikmati di kedai-kedai susu Boyolali. Yang populer antara lain Waroeng Spesial Susu Segar (SSS) dan Susu Segar Mas Bejo di Jalan Pandanaran No 241. Harganya kurang dari Rp10.000 per gelas, ramah di kantong untuk dinikmati beramai-ramai.
Camilan Gurih dari Dapur Warga Boyolali
Boyolali juga merupakan pusat penghasil ikan lele. Sentra produksinya berada di Kecamatan Sawit yang dipenuhi home industry pengolah lele. Salah satu olahannya adalah abon lele yang dijual ke luar kota hingga luar pulau dalam kemasan plastik berbagai ukuran. Harganya sekitar Rp18.550 per 100 gram.
Tak kalah unik adalah jenang pecel, perpaduan jenang atau bubur sumsum yang manis dengan pecel sayur berbumbu kacang pedas. Hidangan ini bisa dimakan di tempat atau dibungkus untuk dibawa pulang. Jenang pecel mudah ditemukan di pasar tradisional, misalnya Pasar Sunggingan di Jalan Garuda.
Terakhir ada petis sapi yang dibuat dari kaldu dan sari daging sapi yang dimasak hingga mengental menjadi pasta gelap yang gurih. Berbeda dari petis udang, petis sapi tidak amis. Harganya Rp35.000 hingga Rp39.000 per 250 gram. Karena tanpa pengawet, petis sapi perlu disimpan di kulkas.
Sebagai pelengkap, ada juga marning jagung, camilan jagung kering goreng yang renyah dengan varian original, pedas, dan balado. Pecinta kuliner ekstrem bisa mencoba sate kere yang dibuat dari tempe gembus atau jeroan sapi dengan bumbu kacang atau kecap, serta soto Boyolali berkuah bening segar seperti Soto Seger Hj. Fatimah.
Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps
Sumber: traveloka.com, agendaindonesia.com, id.alongwalker.co, suaraislam.id, aotransportbus.com, memerandom.com.









