Pelajar 16 Tahun Asal Banyudono Boyolali Ditemukan Meninggal di Depan RS Banyumanik 2 Semarang

Kriminal69 Views

BOYOLALI – Kabar duka datang dari seorang pelajar asal Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Farel Ferrari Kusuma (16) ditemukan meninggal dunia di depan Rumah Sakit Banyumanik 2, Kota Semarang, Minggu (11/10/2026) dini hari. Korban ditemukan dengan luka di bagian kepala dan kondisi bersimbah darah.

Korban ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi tergeletak seorang diri di samping sepeda motornya. Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, AKP Jumani, membenarkan penemuan jasad pelajar tersebut. “Korban tergeletak sendiri dan luka di bagian kepala,” ujar AKP Jumani saat dikonfirmasi, Minggu.

Farel diketahui merupakan warga Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Remaja tersebut tercatat sebagai pelajar di salah satu SMP swasta di wilayah Gunungpati, Kota Semarang. Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengki Prasetyo, turut membenarkan identitas korban. “Orang Boyolali tapi sekolah di Gunungpati,” ungkapnya.

Baca juga:

Polisi Dalami Dugaan Tawuran

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian pelajar asal Boyolali tersebut. Salah satu dugaan yang sedang didalami adalah kemungkinan keterlibatan korban dalam aksi tawuran. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

AKP Jumani mengatakan jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi guna mendukung proses penyelidikan. “Dugaannya seperti itu [tawuran]. Sementara masih kita dalami kejadian tersebut. Jenazah korban sudah dibawa RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” ungkapnya.

Untuk mengungkap peristiwa penemuan jasad tersebut, polisi memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terlibat aksi tawuran maupun aktivitas berbahaya lainnya pada malam hari. Kasus ini masih dalam penyelidikan Polrestabes Semarang.

Sumber: borobudurnews.com – “Pelajar 16 Tahun Asal Boyolali Ditemukan Meninggal di Depan RS Banyumanik 2 Semarang”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *