BOYOLALI — Pria berinisial JS, 35, yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Dukuh Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Kepastian itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Joni Aryanto kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).
“Ke depan akan ada pemeriksaan kejiwaan,” kata Joni. Ia menambahkan, untuk sementara ini belum ada pernyataan dari ahli kejiwaan mengenai kondisi pelaku.
Sementara itu, Kapolsek Wonosegoro Iptu Hidayat Seno Harjanto mengatakan tersangka saat ini berada di rumah sakit. “Saat ini tersangka berada di rumah sakit untuk menunggu dilaksanakan observasi kejiwaan,” kata dia.
Baca juga:
- Kapolres: Pelaku Aniaya Ayah di Wonosamodro Diduga Gangguan Jiwa
- Anak Diduga Aniaya Ayah hingga Tewas di Wonosamodro Boyolali
- Pelajar Boyolali Ditangkap Usai Ayunkan Celurit Hendak Tawuran
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 05.20 WIB di sekitar rumah korban. Korban bernama Subar, 76, warga setempat. Tetangga korban, Miftahudin, mendengar suara gaduh dari rumah Subar dan teriakan korban meminta tolong. Saat mengintip dari sela dinding rumah, ia melihat korban sudah terlentang dan pelaku memukul kaki korban, seolah memastikan korban sudah meninggal atau belum.
Saksi kemudian memanggil tetangga lain dan melaporkan kejadian itu kepada ketua RT. Dari jendela rumah, saksi melihat korban diseret pelaku ke belakang rumah. Tak lama kemudian warga berdatangan, pelaku berlari ke arah pekarangan, dikejar, lalu diamankan warga. Jenazah korban kemudian ditutupi kain jarik oleh ketua RT, dan kejadian itu dilaporkan ke Polsek Wonosegoro.
Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain batu dengan bekas darah, cangkul, dan karung bagor berwarna putih. Joni mengatakan terduga pelaku diduga mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Korban ditemukan dalam keadaan terlentang dengan kepala menghadap ke selatan dan sudah tidak bernapas, dengan luka-luka di kepala.
Menurut keterangan keluarga yang dikutip Solopos, pelaku sudah pernah dibawa berobat, bahkan hingga ke rumah sakit di wilayah Solo. Namun, setelah menjalani pengobatan, pelaku masih kerap mengamuk. Keluarga menyebut pelaku sering mengamuk sambil membawa batu dan kayu, dan pernah melukai ayah maupun kakaknya.
Saat kejadian, korban hanya berada di rumah bersama pelaku, sementara istri korban sedang mencari sayuran. Polisi masih melanjutkan penyidikan, termasuk menunggu hasil observasi kejiwaan pelaku untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Sumber: Solopos/Espos.id, Minggu 1 November 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












