Resep Jenang Pecel Khas Boyolali, Bubur Sumsum Bersiram Sambal Kacang

Boyolali.net — Jumat (2/10/2026) — Bubur sumsum biasanya disantap manis dengan kuah gula merah. Di Boyolali, bubur yang lembut itu justru dipadukan dengan sayur rebus dan sambal kacang yang pedas. Namanya jenang pecel.

Espos.id (20/6/2022) menyebut jenang pecel sebagai makanan unik khas Boyolali. Jenangnya adalah bubur sumsum dari tepung beras dan santan, sedangkan pecelnya sama dengan pecel pada umumnya: aneka sayur rebus yang disiram sambal kacang. Resepnya bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang mudah dicari di pasar.

Intinya

  • Jenang pecel = bubur sumsum (tepung beras dan santan) ditambah sayur rebus dan sambal kacang.
  • Menurut Espos, sayurnya antara lain bayam, toge, daun adas, wortel, kacang panjang, dan daun kenikir.
  • Biasa dijajakan di warung kampung, pasar tradisional, dan penjual keliling, disajikan dengan pincuk daun pisang.
  • Resep IDN Times Jateng memakai 1.200 ml santan, 150 gram tepung beras, dan 250 gram kacang tanah.

Seperti apa jenang pecel khas Boyolali?

Menurut Espos, saat menyantapnya akan terasa bubur sumsum yang lembut dan manis berpadu dengan pecel sayur yang pedas dan kaya tekstur. Liputan6.com (21/12/2024) menggambarkan cita rasanya pedas, manis, dan gurih, serta biasa disajikan di atas daun pisang.

Daun adas yang disebut Espos sebagai salah satu sayurnya juga dikenal sebagai sayuran khas Boyolali. Boyolali.net pernah mengulas daun adas dan rasanya yang khas.

Jenang pecel biasa dijajakan di warung kecil di perkampungan, pasar tradisional, hingga penjual keliling yang membawa dagangan dengan gendongan. Liputan6 menambahkan, jenang pecel juga bisa ditemukan di toko oleh-oleh khas Boyolali.

Harganya merakyat. Seorang warga Boyolali Kota yang diwawancarai Espos pada 2022 menyebut harga jenang pecel antara Rp2.000 dan Rp3.000 per porsi. Harga saat ini bisa berbeda.

Bahan apa saja yang perlu disiapkan?

Resep berikut dikutip dari IDN Times Jateng (22/10/2022).

Bahan jenang: 1.200 ml santan dari ½ butir kelapa, 150 gram tepung beras, dan 1 sdt garam. Siapkan juga daun pisang untuk pincuk.

Sayuran dan pelengkap:

  • 1 ikat kenikir dan 1 ikat bayam, dipetiki lalu direbus
  • 100 gram taoge, direbus
  • 150 gram kecipir, disiangi, dipotong, lalu direbus
  • 5 lonjor kacang panjang, dipotong 3 cm, direbus
  • 3 tangkai kemangi, dipetiki

Sambal pecel: 250 gram kacang tanah dan 300 ml air panas, dengan bumbu halus berupa 5 siung bawang putih utuh yang digoreng, 3 buah cabai merah besar goreng, 4 cabai rawit merah goreng, 3 cm kencur, 3 lembar daun jeruk purut, 2 sdm gula merah yang disisir halus, dan ½ sdm garam. Langkah membuat sambal juga menyebut air asam, tanpa takaran khusus.

Bagaimana cara membuatnya?

  • Masak jenang. Rebus tepung beras, garam, dan santan sambil terus diaduk hingga kental dan mendidih, lalu dinginkan.
  • Buat sambal pecel. Haluskan kacang tanah bersama bumbu halus, tambahkan air asam dan air panas, lalu aduk sampai tercampur rata.
  • Tata di pincuk. Letakkan jenang di atas pincuk daun pisang, lalu tata kacang panjang, taoge, kecipir, dan bayam di atasnya.
  • Sajikan. Siram dengan sambal pecel, taburi kemangi, dan jenang pecel siap disantap.

Adakah versi yang lebih praktis?

Resep di Cookpad milik pengguna Dapoer_Bia (3/7/2020) menawarkan cara lebih ringkas, sekitar 15 menit, dengan bumbu pecel buatan sendiri yang sudah disiapkan sebelumnya. Sebanyak 4 sdm bumbu pecel diseduh dengan 100 ml air panas, lalu diaduk hingga cair.

Sayurnya berupa 1 ikat bayam, 5 lonjor kacang panjang, dan ¼ buah kubis yang masing-masing direbus sekitar 2 menit, ditambah irisan mentimun. Jenang diletakkan di mangkuk atau daun pisang, diberi sayur, disiram sambal, lalu dilengkapi rempeyek kacang.

Apa selanjutnya?

Jenis sayuran bisa disesuaikan dengan yang tersedia di pasar, sebab menurut Espos isian pecelnya memang beragam. Tingkat pedas sambal juga bisa diatur lewat jumlah cabai rawit.

Bagi yang ingin menjelajah dapur Boyolali lebih jauh, coba juga resep soto seger Boyolali, atau kenali lempok, lontong pipih khas Wonosegoro dan nasi tumpang cingur Mbok Semi di Ampel.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *