BOYOLALI — Hujan deras yang mengguyur Boyolali belakangan ini kerap membuat tas ikut basah kuyup. Pengendara motor yang kehujanan di jalan Solo–Semarang maupun pejalan kaki yang terjebak hujan sore sering mendapati bagian dalam tas ikut lembap, bahkan dokumen dan dompet di dalamnya basah.
Tas yang dibiarkan basah tidak boleh disepelekan. Kelembapan yang terperangkap bisa menimbulkan bau apek, noda jamur, dan membuat resleting macet. Pada tas kulit, air yang menggenang terlalu lama juga bisa membuat permukaan mengeras, retak, atau belang setelah kering.
Kuncinya, tas harus segera dikosongkan dan dikeringkan dengan cara yang benar. Jangan menaruh tas basah begitu saja di pojok ruangan, dan jangan pula mengeringkannya dengan panas berlebih. Berikut tujuh cara mengeringkan tas basah agar awet dan tidak bau.
Baca juga:
- Topi Basah Kuyup Saat Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali
- Kaos Kaki Basah Saat Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali
- HP Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Menyelamatkannya di Boyolali
1. Kosongkan tas dan balik semua kantongnya. Keluarkan seluruh isi, termasuk barang di kantong kecil dan saku dalam. Balik kantongnya agar air yang terperangkap bisa keluar. Barang yang basah, seperti dompet dan dokumen, segera keringkan terpisah.
2. Lap dengan kain kering yang menyerap air. Tepuk-tepuk permukaan luar dan dalam tas memakai handuk kering atau kain microfiber. Jangan menggosok terlalu keras, terutama pada tas kulit dan tas berbahan suede, karena bisa merusak permukaan.
3. Isi tas dengan kertas koran atau handuk kering. Gumpalan koran membantu menyerap kelembapan dari dalam sekaligus menjaga bentuk tas. Ganti koran setiap beberapa jam bila sudah lembap, dan ulangi sampai bagian dalam terasa kering.
4. Angin-anginkan di tempat teduh dan berventilasi. Gantung tas di ruangan yang aliran udaranya baik, misalnya dekat jendela yang terbuka. Hindari menjemur langsung di bawah terik matahari karena warna bisa pudar dan bahan kulit bisa retak.
5. Gunakan kipas angin, bukan pengering rambut panas. Aliran udara dari kipas angin lebih aman untuk mengeringkan tas. Panas tinggi dari hair dryer atau setrika justru berisiko membuat lem lepas, lapisan dalam mengelupas, dan bahan melengkung.
6. Taburkan baking soda untuk menghilangkan bau. Bila tas sudah kering tetapi masih berbau apek, taburkan sedikit baking soda ke bagian dalam, diamkan semalaman, lalu bersihkan dengan kain atau penyedot debu kecil. Cara ini membantu menyerap sisa bau tanpa merusak bahan.
7. Oleskan pelembap khusus untuk tas kulit. Setelah tas kulit benar-benar kering, oleskan pelembap atau conditioner kulit tipis-tipis agar bahannya tetap lentur. Untuk tas kain, semprotkan pelindung antiair bila tersedia agar lebih tahan saat kehujanan berikutnya.
Sebagai pencegahan, simpan jas hujan kecil atau cover tas antiair di dalam tas selama musim hujan. Bila tas sudah berjamur parah, resletingnya rusak, atau jahitannya lepas, sebaiknya bawa ke tukang reparasi tas agar ditangani sebelum kerusakannya meluas.
Info belanja: Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












