Tempe Cepat Basi? Ini 7 Cara Menyimpannya agar Awet di Boyolali

Tips63 Views

BOYOLALI — Tempe adalah lauk wajib di banyak dapur warga Boyolali. Harganya murah, gizinya tinggi, dan mudah diolah menjadi oseng, bacem, atau goreng tepung. Masalahnya, tempe segar hanya bertahan sebentar di suhu ruang. Kalau salah simpan, tempe cepat berlendir, berbau asam, dan akhirnya terbuang sia-sia.

Padahal, dengan cara penyimpanan yang tepat, tempe bisa awet berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Kuncinya ada pada tiga hal: menjaga tempe tetap kering, membatasi udara lembap di sekitarnya, dan memilih suhu simpan sesuai rencana pemakaian.

Berikut tujuh cara menyimpan tempe agar awet, yang bisa langsung dipraktikkan di rumah.

Baca juga:

1. Jangan cuci tempe sebelum disimpan

Air adalah musuh utama tempe segar. Mencuci tempe sebelum disimpan justru menambah kelembapan dan mempercepat tumbuhnya lendir. Simpan tempe dalam keadaan kering apa adanya. Cuci hanya sesaat sebelum dimasak, lalu tiriskan.

2. Bungkus rapat dengan plastik atau wadah kedap udara

Tempe yang dibeli tanpa kemasan sebaiknya segera dipindah ke plastik bersih atau wadah kedap udara. Tekan perlahan untuk mengeluarkan udara berlebih sebelum wadah ditutup. Cara ini menghambat bakteri dan jamur yang tumbuh di permukaan tempe.

3. Simpan di kulkas untuk pemakaian 3–5 hari

Untuk tempe yang akan dimasak dalam beberapa hari ke depan, kulkas adalah tempat terbaik. Letakkan di rak tengah, bukan di pintu kulkas yang suhunya sering berubah. Dengan cara ini, tempe biasanya tetap baik selama tiga sampai lima hari.

4. Bekukan untuk stok berminggu-minggu

Bila membeli tempe dalam jumlah banyak, misalnya dari pasar pagi di Boyolali, potong sesuai porsi sekali masak, bungkus rapat per porsi, lalu masukkan freezer. Tempe beku bisa bertahan berminggu-minggu. Saat akan dimasak, pindahkan ke kulkas semalam agar mencair perlahan.

5. Rendam dalam air garam untuk tempe yang akan segera dimasak

Tempe yang direndam air garam ringan lalu disimpan di kulkas bisa bertahan lebih lama dan rasanya makin gurih saat digoreng. Cara ini cocok untuk tempe yang akan diolah esok hari, bukan untuk stok jangka panjang.

6. Jauhkan dari bahan berbau tajam

Tempe mudah menyerap bau dari bahan lain di kulkas, seperti bawang mentah atau ikan. Karena itu, simpan tempe dalam wadah tertutup dan pisahkan dari bahan berbau menyengat agar cita rasanya tetap bersih.

7. Kenali tanda tempe sudah tidak layak makan

Tempe yang masih layak biasanya berwarna putih kekuningan, padat, dan beraroma khas fermentasi yang ringan. Buang tempe bila sudah berlendir tebal, berbau asam menyengat, berjamur hitam, atau teksturnya hancur saat dipegang. Jangan memaksakan mengolah tempe yang sudah rusak demi menghemat, karena risikonya bagi pencernaan tidak sepadan.

Dengan tujuh cara di atas, stok tempe di rumah bisa lebih awet, tidak mudah terbuang, dan selalu siap diolah kapan saja. Bagi warga Boyolali yang gemar belanja tempe segar dari pasar tradisional, kebiasaan menyimpan yang benar juga berarti belanja lebih hemat.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *