Bawang Cepat Busuk? Ini 7 Cara Menyimpan Bawang agar Awet di Boyolali

Ekonomi61 Views

Bawang merah dan bawang putih adalah bumbu wajib di hampir setiap dapur warga Boyolali. Dari sambal, tumisan, sampai sayur bening, keduanya hampir selalu dipakai. Masalahnya, bawang yang dibeli dalam jumlah banyak sering keburu busuk, berjamur, atau bertunas sebelum sempat dihabiskan.

Penyebabnya biasanya sepele: bawang disimpan di tempat lembap, tertutup rapat dalam kantong plastik, terkena cahaya matahari langsung, atau diletakkan berdampingan dengan kentang.

Kuncinya ada tiga: kering, sejuk, dan berventilasi. Bawang utuh yang kulitnya masih kering bisa bertahan berminggu-minggu tanpa kulkas, asal tidak lembap dan sirkulasi udaranya lancar. Berikut tujuh cara praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Baca juga:

1. Simpan di wadah berventilasi

Pakai keranjang anyaman, kantong jaring, atau wadah berlubang agar udara bisa mengalir. Hindari kantong plastik tertutup rapat karena uap air terperangkap di dalamnya dan memicu jamur. Letakkan wadah di tempat sejuk dan kering, misalnya rak dapur yang tidak terkena sinar matahari langsung.

2. Jangan masukkan bawang utuh ke kulkas

Bawang merah dan bawang putih yang masih utuh justru lebih cepat lembek dan berjamur di dalam kulkas karena suhu dingin dan kelembapannya tinggi. Kulkas hanya diperlukan untuk bawang yang sudah dikupas atau dipotong, yang wajib disimpan dalam wadah kedap udara dan segera dipakai.

3. Pisahkan dari kentang

Bawang dan kentang sebaiknya tidak disimpan berdampingan. Kentang mengeluarkan gas yang mempercepat bawang bertunas, sementara kelembapan bawang membuat kentang cepat busuk. Simpan keduanya di wadah terpisah, meski di rak yang sama.

4. Bawang kupas simpan di wadah kedap udara

Bawang yang sudah dikupas masukkan ke wadah kedap udara, lalu simpan di kulkas dan habiskan dalam waktu sekitar satu minggu.

5. Olah jadi bawang goreng untuk stok

Bila bawang sudah terlanjur banyak dan khawatir busuk, olah saja menjadi bawang goreng. Goreng hingga kering dan renyah, tiriskan sampai benar-benar dingin, lalu simpan dalam stoples kedap udara.

6. Gantung dalam bentuk untaian atau jaring

Cara lama yang masih efektif: gantung bawang dalam kantong jaring atau dianyam menjadi untaian di tempat yang teduh dan berangin. Cara ini menjaga sirkulasi udara dari semua sisi sehingga bawang tetap kering lebih lama.

7. Beli secukupnya dan cek secara rutin

Terakhir, biasakan membeli bawang sesuai kebutuhan seminggu atau dua minggu ke depan. Setiap beberapa hari, periksa stok dan segera pisahkan bawang yang mulai lembek atau berjamur agar tidak menular ke bawang lain.

Satu hal yang sering terlupa: jangan mencuci bawang sebelum disimpan. Air yang tersisa di kulit mempercepat pembusukan. Cuci bawang hanya sesaat sebelum dimasak. Saat membeli, pilih bawang yang terasa keras, kulitnya kering, dan tidak ada bercak hitam.

Dengan tujuh cara di atas, stok bawang di dapur bisa lebih awet, tidak mudah terbuang, dan masakan tetap sedap setiap hari. Selamat mencoba di rumah.

Sumber: panduan penyimpanan bahan dapur.

Info Belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *