Perhutani dan Dispertan Boyolali Sinergi Pastikan Pupuk Subsidi untuk Petani Hutan

Ekonomi80 Views

BOYOLALI — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memperkuat sinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Kerja sama itu diwujudkan lewat pertemuan koordinasi yang digelar di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali pada Kamis (29/10/2026).

Fokus utama pertemuan tersebut adalah fasilitasi pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani desa hutan. Selama ini, petani penggarap lahan di kawasan hutan kerap menghadapi kendala pendataan sehingga akses mereka terhadap pupuk bersubsidi belum sepenuhnya optimal.

Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Suyanta beserta jajaran, serta rombongan Perhutani KPH Telawa yang dipimpin Administratur KPH Telawa Titus Aryanto. Turut hadir Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kepala Sub Seksi (KSS) Kemitraan, serta KSS Pengembangan Bisnis.

Baca juga:

Koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan data petani penggarap lahan di kawasan hutan agar memenuhi persyaratan sebagai penerima pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah. Selain itu, pertemuan ini bertujuan memfasilitasi akses pupuk bersubsidi bagi masyarakat desa hutan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan masyarakat desa hutan, sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan. Data yang selaras menjadi kunci agar penyaluran pupuk benar-benar tepat sasaran.

Administratur KPH Telawa Titus Aryanto menegaskan komitmen Perhutani untuk mendukung program pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Perhutani siap bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali untuk memastikan masyarakat desa hutan memperoleh akses pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Melalui kolaborasi ini, kami berharap produktivitas pertanian meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, serta upaya ini mampu mendukung keberhasilan program ketahanan pangan nasional,” ujar Titus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Suyanta mengapresiasi langkah Perhutani dalam membangun komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat kolaborasi guna memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani desa hutan.

Ia menekankan pentingnya penyelarasan data petani penggarap serta dukungan data dan dokumen pendukung dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Tanpa data yang akurat, penyusunan kebutuhan pupuk kelompok tani bisa meleset dari kebutuhan riil di lapangan.

“Sinergi dengan Perhutani menjadi langkah strategis agar petani desa hutan yang memenuhi persyaratan dapat terdata dengan baik dan memperoleh pupuk bersubsidi secara tepat sasaran. Dengan demikian, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional,” imbuh Suyanta.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Telawa dan Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap koordinasi dalam pemberdayaan masyarakat desa hutan semakin kuat. Tujuannya jelas: produksi pertanian meningkat, kesejahteraan petani membaik, dan ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat terwujud.

Bagi petani desa hutan di Boyolali, sinergi ini menjadi kabar baik. Kepastian akses pupuk bersubsidi berarti biaya produksi lebih terkendali dan hasil panen berpotensi lebih optimal pada musim tanam berikutnya.

Sumber: Perhutani (perhutani.co.id), Kamis 29 Oktober 2026.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *