BOYOLALI, boyolali.net — Harga HP baru yang kian mahal membuat banyak warga Boyolali melirik HP bekas sebagai alternatif. Di konter-konter kawasan Sunggingan hingga marketplace daring, HP keluaran dua-tiga tahun lalu bisa didapat dengan harga separuh dari harga barunya.
Namun di balik harga miring itu ada risiko yang mengintai. Mulai dari HP hasil kejahatan yang IMEI-nya terblokir, unit refurbish yang dijual seolah mulus, hingga baterai yang sudah drop parah. Tanpa pemeriksaan yang teliti, pembeli bisa merugi jutaan rupiah.
Agar tidak tertipu, simak tujuh tips berikut sebelum memutuskan membeli HP bekas.
Baca juga:
- HP Android Lemot? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasinya Tanpa Instal Aplikasi
- 7 Tips Beli Motor Bekas Boyolali agar Tidak Tertipu
- 7 Modus Penipuan Online yang Sering Menarget Warga Boyolali
1. Cek kondisi fisik secara menyeluruh
Periksa bodi dari bekas jatuh atau bengkok, lalu nyalakan layar dan perhatikan apakah ada dead pixel, garis, atau ghost touch. Coba semua tombol fisik, port charger, kamera depan dan belakang, speaker, mikrofon, serta sensor sidik jari atau face unlock. Pasang kartu SIM milik sendiri untuk memastikan sinyal muncul dan bisa telepon.
2. Pastikan IMEI cocok dan tidak terblokir
Tekan *#06# untuk menampilkan nomor IMEI, lalu cocokkan dengan nomor IMEI yang tercetak di dus atau box. Waspadai unit yang IMEI-nya berbeda dengan dus karena bisa jadi rakitan atau hasil kejahatan. IMEI ilegal berisiko diblokir sehingga HP kehilangan sinyal dan tidak bisa dipakai telepon.
3. Pastikan tidak ada akun pemilik lama yang tertaut
Untuk iPhone, pastikan akun iCloud sudah keluar (sign out) agar tidak terkunci Activation Lock. Untuk HP Android, pastikan akun Google pemilik lama sudah dihapus dari perangkat agar tidak terkunci FRP (Factory Reset Protection) setelah di-reset. Minta penjual melakukan reset pabrik di depan Anda sebagai bukti.
4. Cek kesehatan baterai
Pada iPhone, kesehatan baterai bisa dilihat di Pengaturan > Baterai > Kesehatan Baterai. Untuk Android, gunakan aplikasi diagnostik atau kode dial bawaan merek. Baterai dengan kesehatan di bawah 80 persen umumnya sudah perlu diganti, dan biaya ganti baterai original tidak murah.
5. Tanyakan status garansi resmi Indonesia
HP bergaransi distributor resmi Indonesia lebih aman karena mudah diklaim ke service center bila bermasalah. Waspadai unit bergaransi internasional atau black market (BM) yang umumnya ditolak service center resmi. Simpan nota pembelian sebagai bukti transaksi.
6. Bandingkan harga pasaran
Cek harga model yang sama di beberapa konter dan marketplace sebelum deal. Harga yang jauh di bawah pasaran patut dicurigai — bisa jadi ada cacat tersembunyi atau unit bermasalah. Selisih wajar biasanya hanya ratusan ribu rupiah tergantung kondisi.
7. Utamakan transaksi yang aman
Lakukan COD di tempat ramai dan terang, ajak teman bila perlu, dan luangkan 15–20 menit untuk memeriksa unit sebelum membayar. Minta nota atau kwitansi tertulis, dan jangan pernah mentransfer uang muka (DP) kepada penjual yang tidak dikenal.
Luangkan waktu memeriksa unit sebelum membayar — sedikit teliti di awal jauh lebih murah daripada menyesal kemudian.
Sumber: dihimpun dari berbagai panduan konsumen teknologi.
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












