Budidaya lele kolam terpal menjadi pilihan usaha sampingan yang makin diminati warga Boyolali. Modalnya terjangkau, lahannya cukup pekarangan rumah, dan masa panennya hanya sekitar dua sampai tiga bulan. Di Kecamatan Sawit, Kampung Lele Tegalrejo bahkan sudah lama dikenal sebagai sentra budidaya lele andalan Boyolali.
Keunggulan kolam terpal adalah biaya pembuatan yang murah dan pemasangan yang mudah. Kolam bundar berdiameter dua meter, dengan luas sekitar tiga meter persegi, sudah cukup untuk pemula. Rangka bisa dibuat dari bambu atau besi, lalu dilapisi terpal yang kuat dan tidak bocor. Kolam sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh dan rata, jauh dari genangan air hujan yang bisa meluberkan kolam.
Sebelum benih ditebar, kolam harus disiapkan dulu. Bersihkan terpal dari bau kimia pabrik, lalu isi air setinggi 40 sampai 60 sentimeter dan diamkan lima sampai tujuh hari agar kaporit menguap dan plankton tumbuh. Pilih benih lele berukuran lima sampai tujuh sentimeter yang gerakannya lincah, ukurannya seragam, dan kulitnya tanpa luka. Untuk pemula, patokan aman adalah 100 ekor per meter persegi, jadi kolam tiga meter persegi diisi sekitar 300 ekor. Jangan tergoda menebar lebih padat, karena lele yang berdesakan justru gampang stres dan mati.
Baca juga:
- Kampung Lele Tegalrejo Sawit, Sentra Budidaya Lele Andalan Boyolali
- Panduan KUR 2026 untuk UMKM Boyolali: Syarat, Plafon, dan Cara Daftar
- 5 Ide Usaha Sampingan Modal di Bawah Rp5 Juta untuk Warga Boyolali
Pemberian Pakan dan Perawatan Air Budidaya Lele Kolam Terpal
Pakan adalah kunci pertumbuhan lele. Berikan pelet apung berprotein 30 sampai 35 persen, sebanyak tiga sampai lima persen dari bobot total ikan per hari, dibagi dua sampai tiga kali pemberian. Sesuaikan ukuran pelet dengan besarnya ikan: benih kecil diberi pelet halus, lalu berangsur diganti yang lebih besar. Pemberian pakan sebaiknya pada pagi dan sore hari, dan hentikan bila ikan sudah tidak lahap makan agar sisa pakan tidak mengotori air.
Kualitas air harus dijaga setiap hari. Ketinggian air dinaikkan bertahap seiring pertumbuhan ikan, hingga 80 sampai 100 sentimeter menjelang panen. Jaga pH air di kisaran 6,5 sampai 8 dan suhu 26 sampai 30 derajat Celsius. Lakukan sortir ukuran secara berkala: pisahkan lele yang tumbuh lebih besar agar tidak memangsa yang kecil. Bila air mulai berbau atau keruh, ganti sebagian air dan tambahkan probiotik sesuai anjuran penyuluh perikanan.
Panen dan Peluang Pasar di Boyolali
Dengan perawatan yang benar, lele siap panen dalam dua setengah sampai tiga bulan, dengan ukuran tujuh sampai sepuluh ekor per kilogram. Puasakan lele sehari sebelum panen agar tidak stres saat diangkut. Hasil panen bisa dijual ke warung makan, pecel lele, pasar tradisional, atau langsung ke tetangga. Permintaan lele konsumsi di Boyolali terbilang stabil karena banyak warung makan yang menjadikannya menu andalan.
Budidaya lele kolam terpal membuktikan bahwa usaha perikanan tidak harus bermodal besar. Mulailah dari satu kolam kecil, pelajari karakternya, lalu kembangkan sedikit demi sedikit. Bila ragu, warga bisa berkonsultasi ke penyuluh perikanan atau Dinas Perikanan Kabupaten Boyolali sebelum memulai.
Sumber: Mojok.co, Pondok Daun Farm, Mediatani.co, Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan — Minggu, 8 November 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






