Air Terjun Kedung Kayang, Air Terjun 30 Meter di Kaki Merapi-Merbabu dengan Goa di Balik Tirai Air

Wisata79 Views

BOYOLALI – Kabupaten Boyolali tak pernah kehabisan destinasi wisata alam. Selain umbul-umbul yang sudah tersohor, ada satu air terjun eksotis yang tersembunyi di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu: Air Terjun Kedung Kayang. Tempat ini kerap disebut sebagai spot healing terbaik bagi wisatawan yang merindukan kesegaran alam pegunungan.

Air terjun setinggi sekitar 30 meter ini berada di ketinggian kurang lebih 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya berada di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, namun sebagian wilayahnya masuk Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Jaraknya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Boyolali, atau sekitar 3 kilometer dari gardu pandang Ketep Pass.

Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 15–30 menit dari area parkir melewati jalan setapak yang membelah kebun dan hutan. Sepanjang perjalanan, pemandangan gagahnya Gunung Merapi dan Merbabu selalu menemani, sehingga rasa lelah terbayar lunas begitu tirai air raksasa itu terlihat dari kejauhan. Di jalur ini juga tersedia spot panorama atas dengan rumah pohon untuk berfoto dengan latar dua gunung sekaligus.

Baca juga:

Keunikan Kedung Kayang tak berhenti pada ketinggian air terjunnya. Di balik tirai airnya terdapat sebuah goa berlebar sekitar 2 meter dan tinggi 2,5 meter. Konon, goa tersebut dahulu kerap digunakan untuk bersemedi, sehingga air terjun ini dipercaya menyimpan kearifan lokal yang dihormati warga sekitar. Suasana sejuk dan debit air yang diklaim tak pernah kering membuat air terjun ini selalu memikat, kapan pun dikunjungi.

Harga tiket masuknya pun ramah di kantong, yakni sekitar Rp5.000 per orang. Tarif parkir motor sekitar Rp2.000 dan mobil Rp4.000. Kawasan ini buka pukul 07.00–17.00 WIB, sedangkan pengunjung yang ingin menyaksikan matahari terbit dipersilakan masuk mulai pukul 05.00. Fasilitas yang tersedia antara lain lahan parkir, pusat informasi wisata, kamar mandi, gazebo, warung wisata, gardu pandang, hingga wifi gratis.

Meski medan trekking tergolong ringan hingga sedang, pengunjung disarankan memakai sepatu atau sandal gunung, membawa air minum, dan datang pada pagi hari agar suasananya lebih sepi dan tidak terlalu terik. Waspadai pula jalur di sisi jurang, terutama bila membawa anak kecil, serta hindari berkunjung saat hujan deras karena debit air bisa meningkat sewaktu-waktu.

Dengan perpaduan panorama dua gunung berapi, udara sejuk khas dataran tinggi, goa misterius di balik tirai air, dan tiket yang murah meriah, Air Terjun Kedung Kayang layak masuk daftar kunjungan wisatawan yang ingin melepas penat di alam Boyolali dan sekitarnya.

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber, antara lain Mojok.co, Backpackerjakarta.com, dan Alongwalker. Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *