BOYOLALI – Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa daerah yang kini dikenal sebagai sentra susu terbesar di Jawa ini dinamai Boyolali? Di balik nama yang akrab di telinga masyarakat Solo Raya itu, tersimpan kisah dan filosofi yang menarik untuk ditelusuri.
Menurut catatan sejarah, nama Boyolali berasal dari frasa bahasa Jawa “mbok yo lali” yang berarti semoga dapat melupakan peristiwa buruk. Nama ini diyakini lahir dari harapan masyarakat agar segala musibah dan hal buruk yang pernah terjadi di masa lalu bisa dilupakan, lalu digantikan dengan kehidupan yang lebih baik.
Ada pula versi lain yang menyebut Boyolali berasal dari gabungan kata “bhaya” yang berarti bahaya dan “lali” yang berarti lupa, sehingga bermakna bahaya telah dilupakan atau melupakan bahaya. Meski terdapat beberapa versi, keduanya sama-sama memuat doa dan harapan baik bagi masyarakatnya.
Baca juga:
- Kriya Logam Tumang Cepogo Boyolali, Warisan Budaya Takbenda yang Mendunia dari Kaki Merapi
- Umbul Tlatar Boyolali: Ekowisata Mata Air Segar di Kaki Gunung Merbabu
- Soto Seger Boyolali, Kuliner Legendaris Berkuah Bening yang Bikin Kangen
Jejak tokoh dalam penamaan wilayah ini juga terlihat pada jalan utama kota Boyolali yang bernama Jalan Pandanaran. Nama tersebut diambil dari Ki Ageng Pandanaran, tokoh dalam cerita lokal yang melegenda di masyarakat. Kecamatan Boyolali sendiri berada di lintasan jalan raya Solo–Semarang dan menjadi pusat pemerintahan serta perekonomian kabupaten.
Kabupaten Boyolali terletak sekitar 25 kilometer sebelah barat Kota Surakarta dengan pusat administrasi di Kemiri dan Mojosongo. Wilayah seluas 1.096,61 kilometer persegi ini dihuni lebih dari 1,1 juta jiwa dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Sleman, hingga Magelang.
Kini Boyolali dikenal luas dengan julukan Kota Susu karena menjadi produsen susu sapi terbesar, bukan hanya di Jawa Tengah melainkan di Pulau Jawa. Tak heran jika kabupaten ini juga dijuluki “New Zealand van Java” alias Selandia Barunya Jawa. Semboyan daerahnya pun tak kalah menarik: Boyolali Tersenyum, singkatan dari Tertib, Elok, Rapi, Sehat, Nyaman untuk Masyarakat.
Mengetahui asal-usul nama Boyolali membuat perjalanan wisata ke daerah ini terasa lebih bermakna. Dari lereng Merapi dan Merbabu hingga pasar tradisionalnya, setiap sudut Boyolali menyimpan cerita yang layak untuk dikenal lebih dekat.
Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia (Boyolali, Boyolali & Kabupaten Boyolali), diolah redaksi.






