Boyolali.net — Nama Air Terjun Semuncar di lereng timur Gunung Merbabu sempat ramai dibagikan di media sosial sebagai destinasi tersembunyi. Namun, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) menegaskan kawasan itu bukan objek wisata dan bukan jalur pendakian resmi, sehingga tidak boleh dipakai untuk trekking.
Penegasan tersebut disampaikan lewat pengumuman di situs resmi BTNGMb pada 1 Juli 2025 dan dikonfirmasi pejabat Balai kepada detikJateng serta Kompas.com pada bulan yang sama. Alasan utamanya: Semuncar adalah sumber air bagi warga lima desa di Kecamatan Gladagsari, Boyolali.
Intinya
- BTNGMb menyatakan Semuncar bukan jalur resmi pendakian dan dilarang dipakai untuk trekking.
- Air Semuncar dimanfaatkan warga Desa Sampetan, Candisari, Ngargoloko, Ngadirojo, dan Kembang.
- Selain menjaga mata air, Balai menyebut medan menuju Semuncar curam, licin, dan tanpa sarana keselamatan.
- Pendaki diminta memakai jalur resmi Merbabu yang diawasi petugas.
Sumber air baku lima desa
Kepala BTNGMb Anggit Haryoso kepada detikJateng, Rabu (2/7/2025), menjelaskan bahwa sumber air Semuncar merupakan sumber air baku bagi warga di lima desa di Kecamatan Gladagsari. “Lima desa ini yang mendapatkan izin pemanfaatan air untuk pemenuhan kebutuhan baku,” ujarnya.
Menurut detikJateng, air dari Semuncar dipakai ribuan warga untuk memasak, minum, dan berwudu. Pengumuman BTNGMb juga menyebut ribuan warga di lima desa itu bisa kehilangan akses air bersih bila vegetasi pelindung mata air rusak akibat aktivitas yang tidak terkendali. Kompas.com mencatat nama desa yang sama, dengan penulisan Ngargoloka.
Anggit menyebut warga sudah mengeluhkan pencemaran air dari aktivitas pengunjung, seperti mandi dan mencuci di sumber air. Menurut dia, kunjungan ke Semuncar marak setelah lokasi itu muncul di media sosial, bahkan ada pihak yang membuka penawaran wisata ke sana. detikJateng menyebut sumber air itu berada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.
Bukan jalur resmi, medan berisiko
Dalam pengumumannya, BTNGMb menyebut patroli Tim Resort Ampel menemukan 62 pengunjung yang hendak atau sudah melakukan tracking di wilayah Semuncar, sebagian besar pelajar. Petugas lalu memberi sosialisasi tentang status kawasan dan sanksi menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta meminta pengunjung turun.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Merbabu Wilayah I, Chomsatun Rohmaningrum, kepada Kompas.com (9/7/2025) menyatakan Air Terjun Semuncar dan jalur menuju ke sana bukan zona pemanfaatan wisata. Menurut Kompas.com, aktivitas trekking yang selama ini dilakukan publik berjalan tanpa izin dari taman nasional.
Soal jalur resmi, rumusan sumber sedikit berbeda. Pengumuman BTNGMb mendaftar lima jalur resmi: Thekelan, Selo, Wekas, Cuntel, dan Suwanting. detikJateng dan Kompas.com memerinci bahwa empat jalur dibuka untuk umum, yaitu Selo, Thekelan, Suwanting, dan Wekas, sedangkan jalur Cuntel diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan. Di luar jalur-jalur itu, tidak ada jalur trekking resmi.
Informasi penting untuk masyarakat
- BTNGMb mengimbau masyarakat tidak mendaki lewat jalur ilegal seperti Semuncar.
- Pendaki diminta memakai jalur resmi yang dilengkapi pengawasan dan sarana keselamatan; dari Boyolali, salah satunya jalur Selo.
- Menurut BTNGMb, aktivitas trekking ke Semuncar yang ditawarkan atau dilakukan selama ini tidak berizin.
- Balai juga mengajak masyarakat ikut menyebarkan informasi yang benar soal aturan dan bahaya jalur tidak resmi.
- Larangan dalam artikel ini bersumber dari pengumuman dan pemberitaan Juli 2025; hingga artikel ini ditulis, kami tidak menemukan pengumuman pencabutannya.
Apa selanjutnya?
BTNGMb menyatakan pembukaan wisata di kawasan konservasi harus melalui kajian ekologi, fisik, dan sosial budaya lebih dulu, menurut keterangan Anggit kepada detikJateng. Bagi warga lereng Merbabu yang bergantung pada mata air, menjaga Semuncar tetap bersih sama pentingnya dengan menghemat air bersih saat kemarau.
Sumber
- Balai Taman Nasional Gunung Merbabu – Pesan Konservasi: Lindungi Semuncar, Sumber Kehidupan! (1/7/2025)
- detikJateng – Taman Nasional Gunung Merbabu Larang Pendakian ke Air Terjun Semuncar (2/7/2025)
- Kompas.com – TN Gunung Merbabu Tutup Akses ke Air Terjun Semuncar (9/7/2025)
- Kompas.com – Alasan Air Terjun Semuncar Ditutup untuk Wisata: Sumber Air Warga di Kaki Gunung (9/7/2025)












