Boyolali.net — Sabtu (3/10/2026) — Kemarau panjang belum juga berakhir, dan bagi banyak keluarga di Boyolali setiap liter air bersih kini sangat berharga. Cara warga memakai air di rumah ikut menentukan berapa lama cadangan bertahan sampai bantuan atau hujan datang.
Menurut data yang dilaporkan infojateng.id, hingga 29 September 2026 Pemkab Boyolali telah menyalurkan 1.234 tangki atau sekitar 6,353 juta liter air bersih ke 13 kecamatan. Kekeringan tercatat berdampak pada 13.098 kepala keluarga atau 39.266 jiwa. Di sisi lain, pemerintah pusat dan provinsi berulang kali mengimbau warga menghemat air selama musim kemarau.
Intinya
- Per 29/9/2026, 39.266 jiwa (13.098 KK) di 13 kecamatan Boyolali terdampak kekeringan.
- Pemkab Boyolali sudah menyalurkan 1.234 tangki atau sekitar 6,353 juta liter air bersih.
- Pemerintah mengimbau warga memperbaiki kebocoran, menyimpan cadangan air, dan memakai ulang air yang masih layak.
- Boyolali termasuk 10 daerah penerima distribusi air bersih terbanyak di Jawa Tengah.
Seberapa luas kekeringan di Boyolali?
Infojateng.id mencatat, distribusi terbanyak mengalir ke Kecamatan Wonosamodro dengan 478 tangki, disusul Wonosegoro 243 tangki dan Juwangi 218 tangki. Tamansari menerima 92 tangki, Cepogo 57 tangki, dan Kemusu 43 tangki. Bantuan juga menjangkau Musuk, Selo, Klego, Gladagsari, Ampel, Andong, dan Karanggede.
Selain BPBD, pasokan air datang dari PMI Boyolali, BUMD, dan program CSR perusahaan. Dampak kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juni 2026. Kisah warga yang harus membeli air hingga menjual ternak pernah kami tulis dalam Kemarau Kuras Dompet Warga Boyolali.
Di tingkat provinsi, laman resmi Pemprov Jawa Tengah menyebut 75.463.000 liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota sepanjang 5 Juni hingga 28 September 2026. Boyolali masuk daftar 10 daerah dengan distribusi terbanyak. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menurut laman tersebut, meminta masyarakat tetap waspada dan menghemat pemakaian air.
Apa saja cara hemat air yang dianjurkan pemerintah?
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seperti diberitakan Okezone pada 29 Juni 2026, mengajak keluarga menerapkan lima kebiasaan sederhana. Anjuran itu sejalan dengan imbauan BPBD Jawa Tengah dan panduan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Berikut rangkumannya:
- Segera perbaiki keran atau pipa yang bocor. Dinas SDA DKI Jakarta menyarankan pemeriksaan rutin pipa, tandon, dan sambungan agar kebocoran kecil tidak terlanjur membuang banyak air.
- Matikan keran saat tidak dipakai dan gunakan air secukupnya untuk mandi, mencuci, dan memasak.
- Simpan cadangan air bersih untuk kebutuhan penting. BPBD Jawa Tengah menganjurkan warga menyiapkan tandon atau penampungan air sebagai cadangan darurat.
- Pakai ulang air yang masih layak. Air bekas mencuci sayur atau beras bisa dipakai untuk menyiram tanaman, menurut Dinas SDA DKI Jakarta.
- Tampung air hujan bila hujan mulai turun, lalu simpan di wadah tertutup untuk menyiram tanaman dan membersihkan rumah.
- Jaga sumber air: jangan membuang sampah atau limbah ke sungai, saluran air, dan waduk, serta tanam pohon untuk menjaga cadangan air tanah.
Mengapa hemat air tetap penting meski ada bantuan tangki?
Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursari, seperti dikutip Jatengnews pada 28 Juli 2026, menyebut pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi fokus utama pemerintah selama kemarau. Meski begitu, BPBD Jateng tetap meminta warga menghemat air dalam kegiatan sehari-hari dan menyiapkan cadangan sendiri, terutama untuk kebutuhan pokok seperti minum dan memasak.
Seperti diberitakan sebelumnya, musim hujan diperkirakan datang terlambat. BPBD Boyolali sudah menyiapkan langkah jangka panjang, seperti pengeboran sumur dalam di wilayah utara. Ulasannya bisa dibaca di Hujan Diprediksi Molor, BPBD Boyolali Siapkan Sumur Dalam di Ngaren dan Survei Geolistrik Temukan 5 Titik Air Tanah di Boyolali Utara.
Apa selanjutnya?
Menurut infojateng.id, Pemkab Boyolali terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak, termasuk ke Desa Bojong, Jatilawang, Bengle, dan Garangan di Wonosamodro. Sambil menunggu hujan, langkah kecil di rumah seperti menutup keran bocor tetap membantu cadangan air bertahan lebih lama.
Sumber
- infojateng.id – Pemkab Boyolali Salurkan 6,353 Juta Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan (1/10/2026)
- jatengprov.go.id – 75,4 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan Jateng (30/9/2026)
- Okezone – Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Imbau Masyarakat Perkuat Gerakan Hemat Air (29/6/2026)
- Jatengnews – Masuk Musim Kemarau, BPBD Jateng Imbau Warga Hemat Air dan Siapkan Cadangan Air (28/7/2026)
- Dinas SDA DKI Jakarta – Antisipasi Musim Kemarau, Warga Bisa Lebih Bijak Gunakan Air (30/7/2026)






