Ban Motor Licin Saat Hujan? Ini 7 Cara Merawatnya di Boyolali

Ekonomi51 Views

BOYOLALI — Musim hujan yang sedang berlangsung di Boyolali membuat jalanan kerap basah dan licin. Dalam kondisi seperti ini, ban motor menjadi satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal, sehingga kondisinya sangat menentukan keselamatan pengendara. Ban yang sudah aus atau tekanannya tidak sesuai bisa membuat motor mudah selip, terutama saat melewati genangan atau melakukan pengereman mendadak.

Banyak pengendara baru menyadari pentingnya ban setelah mengalami selip atau ban bocor di tengah hujan. Padahal, perawatan ban tidak rumit dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Kuncinya adalah memeriksa kondisi ban secara rutin, bukan hanya ketika sudah bermasalah. Dengan ban yang terawat, cengkeraman ke jalan tetap optimal dan risiko kecelakaan bisa ditekan.

Perlu diingat, alur atau kembangan ban berfungsi mengalirkan air dari permukaan jalan agar ban tetap menapak. Ketika alur sudah tipis, air tidak lagi terbuang dengan baik dan ban berisiko mengambang di atas genangan. Karena itu, jangan menunggu ban benar-benar gundul sebelum menggantinya.

Baca juga:

7 Cara Merawat Ban Motor di Musim Hujan

1. Periksa tekanan angin setiap minggu. Tekanan angin yang kurang membuat ban cepat panas dan mudah rusak, sementara tekanan berlebih mengurangi cengkeraman. Gunakan angka yang dianjurkan pada buku manual motor atau stiker di lengan ayun, dan periksa saat ban dalam kondisi dingin.

2. Cek ketebalan kembangan ban. Perhatikan indikator keausan (TWI) yang berupa tonjolan kecil di alur ban. Bila permukaan ban sudah rata dengan indikator tersebut, segera ganti ban. Jangan memaksakan ban gundul hanya karena masih bisa dipakai di jalan kering.

3. Bersihkan kerikil dan benda tajam yang menempel. Kerikil kecil yang terselip di alur ban bisa menusuk dan menyebabkan kebocoran halus. Luangkan waktu sejenak untuk membersihkannya setiap kali mencuci motor.

4. Hindari genangan dalam bila memungkinkan. Genangan bisa menyembunyikan lubang dan membuat ban kehilangan cengkeraman. Bila terpaksa melintas, kurangi kecepatan dan hindari pengereman mendadak di atas genangan.

5. Periksa kondisi pentil dan pelek. Pentil yang retak atau pelek yang penyok bisa menyebabkan angin ban berkurang perlahan tanpa disadari. Bila ban sering kempis padahal tidak bocor, mintalah bengkel memeriksa bagian ini.

6. Jangan membawa beban berlebih. Beban yang melebihi kapasitas membuat ban bekerja lebih berat dan cepat aus, apalagi di jalan basah. Sesuaikan muatan dengan kemampuan motor dan distribusikan beban secara seimbang.

7. Ganti ban sepasang bila sudah aus bersamaan. Bila ban depan dan belakang sudah sama-sama tipis, menggantinya sepasang menjaga keseimbangan handling motor. Pilih ukuran dan jenis ban sesuai spesifikasi pabrikan agar performa pengereman tetap optimal.

Dengan tujuh langkah sederhana di atas, warga Boyolali bisa berkendara lebih aman sepanjang musim hujan. Luangkan beberapa menit setiap pekan untuk memeriksa ban, sebab keselamatan di jalan basah sering kali ditentukan oleh hal kecil yang luput dari perhatian.

Panduan perawatan umum berdasarkan anjuran pabrikan kendaraan.

Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *