BOYOLALI — Warga Boyolali yang sudah mendaftar haji reguler kini bisa mengecek perkiraan tahun keberangkatan tanpa harus datang ke kantor Kementerian Agama. Layanan pengecekan porsi haji tersedia secara online dan gratis, cukup dari ponsel dengan nomor porsi.
Nomor porsi adalah kode unik berisi 10 digit angka yang diterima calon jemaah setelah menyetor setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp25 juta di Bank Penerima Setoran (BPS-BPIH). Nomor ini tercantum pada bukti setoran awal dan Surat Pendaftaran Haji (SPH), serta menjadi kunci untuk melacak posisi antrean di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT).
Cara mengeceknya lewat situs resmi cukup mudah. Buka laman haji.go.id/estimasi-keberangkatan, pastikan tab yang dipilih adalah “Estimasi Keberangkatan”, lalu masukkan 10 digit nomor porsi pada kolom yang tersedia. Setelah itu isi verifikasi captcha dan klik tombol Cek Estimasi. Sistem menampilkan nama, asal daerah, posisi antrean, dan estimasi tahun keberangkatan — gratis dan tanpa login.
Baca juga:
- Cara Mengurus KK Baru Secara Online 2026 di Boyolali, Gratis
- Cara Membuat Paspor 2026 di Boyolali: Syarat, Biaya, dan Alur Online
- Cara Membuat NPWP Online 2026 di Boyolali via Coretax DJP
Cek Lewat Aplikasi Pusaka dan Satu Haji
Selain lewat situs, pengecekan juga bisa dilakukan melalui aplikasi resmi. Aplikasi Pusaka dari Kementerian Agama dapat diunduh gratis di Play Store maupun App Store, lalu pilih menu layanan haji dan fitur Estimasi Keberangkatan. Alternatif lainnya adalah aplikasi Satu Haji dari Kementerian Haji dan Umrah — sebelumnya bernama Haji Pintar — dengan cara yang sama: buka menu Estimasi Keberangkatan dan masukkan nomor porsi.
Portal resmi haji kini berada di haji.go.id; laman lama haji.kemenag.go.id sudah diarahkan ke portal baru tersebut. Warga diimbau hanya memakai situs berdomain .go.id dan aplikasi resmi, serta tidak membagikan nomor porsi kepada pihak yang tidak dikenal.
Masa Tunggu 26 Tahun, Pendaftar 2026 Berangkat Sekitar 2052
Masa tunggu haji reguler kini diseragamkan menjadi sekitar 26 tahun di seluruh provinsi. Artinya, warga yang mendaftar pada 2026 diperkirakan baru berangkat sekitar tahun 2052–2053. Estimasi ini bersifat dinamis dan bisa berubah karena penyesuaian kuota dari Arab Saudi, kebijakan prioritas bagi jemaah lanjut usia, maupun adanya pembatalan dari pendaftar lain.
Untuk gambaran biaya, BPIH 2026 ditetapkan sebesar Rp87.409.365 per jemaah. Dari jumlah itu, jemaah membayar Bipih sebesar Rp54.193.806, sedangkan sisanya ditutup dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh BPKH. Setoran awal Rp25 juta sendiri merupakan bagian dari total biaya tersebut, bukan biaya tambahan.
Cara Daftar dan Berangkat dari Donohudan
Bagi warga Boyolali yang belum mendaftar, alurnya dimulai dengan membuka tabungan haji di BPS-BPIH seperti BSI atau Bank Muamalat, lalu menyetor awal Rp25 juta. Bukti setoran kemudian dibawa ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali paling lambat lima hari kerja setelah setoran untuk mendapatkan nomor porsi.
Ada kebanggaan tersendiri bagi warga Boyolali: jemaah haji asal Jawa Tengah berangkat melalui Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, yang menjadi embarkasi Solo. Jadi, selain mengecek antrean dari rumah, warga Boyolali kelak juga berangkat dari tanah kelahirannya sendiri.
Yang kesulitan mengecek secara online bisa datang langsung ke Kantor Kemenag Kabupaten Boyolali dengan membawa bukti setoran awal atau SPH.
Sumber: haji.go.id (Kementerian Haji dan Umrah), fahum.umsu.ac.id, Bank Mega Syariah, Hajinews — diakses Sabtu, 7 November 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






