8 Cara Mengamankan Rumah dari Pencurian Saat Ditinggal Bepergian

Kriminal59 Views

BOYOLALI — Rumah yang ditinggal kosong, entah karena penghuninya bekerja, mudik, atau bepergian, menjadi sasaran empuk para pelaku pencurian. Di Boyolali, sejumlah kasus pencurian dilaporkan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga kewaspadaan ekstra tidak bisa ditawar lagi.

Modus pelaku pun beragam, mulai dari membobol pintu dan jendela, memanjat pagar, hingga menyamar sebagai tamu. Kabar baiknya, sebagian besar aksi pencurian bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang murah, bahkan tanpa biaya.

Berikut delapan cara mengamankan rumah dari pencurian saat ditinggal bepergian, yang bisa langsung diterapkan warga Boyolali.

Baca juga:

1. Kunci ganda pintu dan jendela

Jangan hanya mengandalkan kunci bawaan pintu. Tambahkan gembok atau kunci ganda pada pintu utama, pintu belakang, dan jendela. Pencuri umumnya memilih rumah yang paling mudah dibobol, sehingga kunci berlapis membuat mereka berpikir dua kali.

2. Titipkan rumah ke tetangga atau pengurus RT

Sebelum pergi, beri tahu tetangga terdekat atau ketua RT bahwa rumah akan kosong. Minta tolong untuk mengawasi, dan bila memungkinkan, titipkan kunci cadangan kepada orang yang benar-benar dipercaya untuk keadaan darurat.

3. Buat rumah terlihat berpenghuni

Rumah yang gelap gulita berhari-hari adalah undangan terbuka bagi pencuri. Gunakan lampu dengan timer otomatis agar menyala saat malam hari. Jemuran yang dibiarkan kosong terlalu lama juga bisa menjadi pertanda rumah tidak berpenghuni.

4. Pasang kamera pengawas

Kamera CCTV kini harganya semakin terjangkau dan bisa dipantau dari ponsel. Keberadaan kamera tidak hanya merekam bukti, tetapi juga memberi efek jera. Bila anggaran terbatas, kamera dummy yang terpasang rapi pun bisa membuat pelaku ragu.

5. Jangan umbar rencana bepergian di media sosial

Memposting tiket perjalanan atau foto liburan secara real-time sama saja mengumumkan rumah Anda kosong. Bagikan momen liburan setelah pulang, dan atur akun media sosial agar tidak bisa dilihat sembarang orang.

6. Simpan barang berharga di tempat aman

Perhiasan, dokumen penting, dan uang tunai sebaiknya disimpan di brankas yang dibaut ke lantai atau dinding. Hindari menyimpan barang berharga di tempat yang mudah ditebak seperti laci meja atau bawah kasur.

7. Perkuat akses masuk

Pasang teralis pada jendela, terutama yang berada di lantai bawah dan mudah dijangkau dari luar. Pastikan pagar terkunci dan tidak ada celah yang bisa dipanjat dengan mudah, misalnya pohon atau tumpukan barang di dekat pagar.

8. Aktifkan kembali ronda dan pos kamling

Keamanan lingkungan adalah benteng pertama. Aktifkan kembali ronda malam dan pos kamling di lingkungan Anda. Bila melihat orang atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke ketua RT atau kantor polisi terdekat agar bisa ditindaklanjuti.

Dengan delapan langkah sederhana di atas, risiko rumah menjadi sasaran pencurian bisa ditekan secara signifikan. Keamanan bukan hanya urusan gembok dan kamera, tetapi juga kepedulian antarwarga di lingkungan.

Sumber: boyolali.net, Rabu 21 Oktober 2026.


Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *