Cucian Sulit Kering Saat Hujan? 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali

Ekonomi57 Views

Cucian Sulit Kering Saat Hujan? 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali

Musim hujan mulai membasahi Boyolali, dan satu pekerjaan rumah yang paling terasa dampaknya adalah mencuci. Pakaian yang dijemur sejak pagi sering masih terasa lembap sampai sore, padahal cucian berikutnya sudah menumpuk. Bila dibiarkan lembap terlalu lama, pakaian bisa berbau apek dan ditumbuhi jamur.

Penyebabnya bukan hanya matahari yang tertutup awan. Udara yang lembap membuat air di dalam serat kain sulit menguap, apalagi bila pakaian dijemur berdesakan di ruangan yang pengap tanpa aliran udara. Kabar baiknya, cucian tetap bisa kering tanpa matahari langsung, asal cara menjemurnya diubah.

Berikut tujuh cara mengeringkan cucian saat musim hujan yang bisa dicoba warga Boyolali.

Baca juga:

1. Cuci pagi hari dan intip prakiraan cuaca

Manfaatkan jeda hujan di pagi hari untuk mencuci, karena waktu pengeringan menjadi lebih panjang. Sebelum mencuci, intip prakiraan cuaca: bila hujan diprakirakan turun seharian, dahulukan pakaian tipis yang cepat kering.

2. Peras semaksimal mungkin sebelum dijemur

Semakin sedikit air yang tersisa di kain, semakin cepat cucian kering. Bila memakai mesin cuci, manfaatkan putaran pengering sampai tuntas. Bila mencuci dengan tangan, peras bertahap, lalu gulung pakaian dalam handuk kering dan tekan agar airnya terserap.

3. Beri jarak antar pakaian saat dijemur

Pakaian yang menempel satu sama lain akan saling menahan kelembapan. Beri jarak beberapa sentimeter antar pakaian, pakai gantungan untuk kemeja dan kaus, dan bentangkan handuk atau sarung agar permukaannya terkena udara.

4. Jemur di tempat berangin, bantu dengan kipas angin

Angin jauh lebih penting daripada matahari untuk mengeringkan cucian. Jemur di teras beratap, dekat jendela, atau ruangan berventilasi silang, lalu arahkan kipas angin ke jemuran agar uap air terbawa dari kain.

5. Pisahkan pakaian tebal dari yang tipis

Jeans, jaket, dan handuk tebal menyimpan air jauh lebih banyak daripada kaus tipis. Letakkan pakaian tebal di area berangin terbaik dan pakaian tipis di barisan belakang, agar pakaian tipis tidak ikut lembap.

6. Tambahkan cuka atau soda kue saat membilas

Bau apek muncul karena bakteri dan jamur tumbuh di kain yang lembap. Tambahkan setengah cangkir cuka dapur atau satu sendok makan soda kue pada bilasan terakhir untuk menetralkan bau, lalu bilas sampai bersih agar tidak ada residu di kain.

7. Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan

Jangan melipat pakaian yang masih terasa dingin dan lembap, terutama di lipatan, saku, dan pinggang celana. Bila perlu, setrika pakaian yang hampir kering: panasnya menguapkan sisa air. Simpan hanya bila sudah kering sempurna.

Dengan tujuh langkah di atas, cucian tetap segar meski hujan turun seharian di Boyolali. Bila pakaian sudah terlanjur bau apek, jangan hanya disemprot pewangi: cuci ulang dan jemur ulang dengan cara di atas.

Sumber: panduan perawatan pakaian rumah tangga; informasi prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Jawa Tengah, Sabtu 31 Oktober 2026.

Info belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *