Santan adalah bahan wajib di banyak masakan rumahan warga Boyolali, mulai dari opor ayam, gulai, hingga sayur lodeh. Sayangnya, santan segar termasuk bahan yang paling cepat basi, apalagi bila dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
Di pasar-pasar tradisional Boyolali, santan peras segar mudah didapat setiap pagi. Namun tak jarang santan sisa memasak akhirnya terbuang karena sudah asam keesokan harinya. Padahal, dengan cara simpan yang tepat, santan bisa awet dan tetap gurih saat dipakai lagi.
Berikut tujuh cara menyimpan santan agar awet, baik santan peras segar maupun santan instan kemasan, yang bisa langsung dipraktikkan di dapur rumah.
Baca juga:
- Tempe Cepat Basi? Ini 7 Cara Menyimpannya agar Awet di Boyolali
- Telur Cepat Busuk? Ini 7 Cara Menyimpan Telur agar Awet di Boyolali
- Resep Opor Ayam Gurih, Lauk Andalan Keluarga Boyolali
1. Segera masukkan ke kulkas, jangan dibiarkan di suhu ruang
Santan peras segar sebaiknya langsung disimpan di kulkas begitu sampai di rumah. Di suhu ruang yang hangat, santan bisa mulai asam hanya dalam beberapa jam. Simpan dalam wadah tertutup rapat di bagian kulkas yang paling dingin, dan usahakan dipakai dalam satu sampai dua hari.
2. Gunakan wadah bersih, kering, dan tertutup rapat
Wadah yang kotor atau masih basah mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab basi. Pakai wadah bersih dan kering, tutup rapat, dan hindari mencampur santan baru dengan sisa santan lama dalam satu wadah.
3. Bekukan dalam porsi kecil sekali masak
Bila santan tidak akan dipakai dalam dua hari, bekukan saja. Tuang santan ke cetakan es batu atau plastik kecil sesuai porsi sekali masak, lalu simpan di freezer. Cara ini membuat santan beku bisa bertahan berminggu-minggu, dan ibu-ibu tinggal mengambil secukupnya saat memasak tanpa harus mencairkan semuanya.
4. Jangan mencairkan dan membekukan berulang kali
Santan beku yang sudah dicairkan sebaiknya langsung dipakai sampai habis. Mencairkan lalu membekukan lagi berulang kali merusak tekstur santan dan mempercepat kerusakan. Karena itu, membagi santan ke porsi-porsi kecil sejak awal jauh lebih aman.
5. Rebus sebentar sebelum disimpan
Untuk santan peras yang akan disimpan di kulkas, merebusnya sebentar sambil terus diaduk hingga mendidih bisa membantu memperpanjang daya simpan. Setelah dingin, segera masukkan ke wadah tertutup dan simpan di kulkas.
6. Pisahkan santan kental dan santan encer
Santan kental lebih cepat basi dibanding santan encer karena kandungan lemaknya tinggi. Bila membeli santan dalam jumlah banyak, pisahkan santan kental untuk masakan yang dimasak hari itu juga, sementara santan encer bisa disimpan lebih dulu untuk keperluan berikutnya.
7. Kenali tanda santan sudah tidak layak pakai
Sebelum memakai santan simpanan, cium aromanya dan perhatikan tampilannya. Santan yang sudah basi biasanya berbau asam, menggumpal, atau berlendir. Bila sudah begitu, jangan dipakai lagi meski sayang, karena bisa merusak rasa masakan dan mengganggu pencernaan.
Dengan tujuh cara di atas, santan sisa tidak lagi terbuang percuma. Stok santan di kulkas pun selalu siap kapan pun keluarga ingin memasak opor, gulai, atau sayur lodeh kesukaan.
Sumber: panduan penyimpanan bahan pangan rumah tangga dan praktik dapur rumahan.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






