BOYOLALI — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46. Kegiatan puncak dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Lapangan Tlogo Resort, Kabupaten Semarang, Rabu (21/10/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Widi Hartanto, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2026 sudah digelar 1.724 kali GPM di 35 kabupaten/kota, dengan total omzet mencapai Rp31.032.488.764. Kegiatan ini melibatkan Bulog, BUMN, BUMD, koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan mitra swasta.
Program yang menjangkau seluruh daerah di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Boyolali ini disambut antusias warga. Mereka mengaku sangat terbantu dengan harga sembako yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. Warga bernama Purwati mencontohkan bawang merah yang dijual Rp24.000 per kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan harga di warung yang mencapai Rp28.000 per kilogram.
Baca juga:
- Harga Sembako Pekan Ini: Cabai Masih Mahal, Beras Mulai Stabil
- Tips Hemat Belanja Sembako di Pasar Tradisional Boyolali
- Survei KSPN: Gaji Pekerja Lajang Boyolali Idealnya Rp3,5 Juta/Bulan
Gula pasir tersedia seharga Rp16.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga biasa yang ditemuinya sebesar Rp18.000 per kilogram. Sementara minyak goreng dijual Rp31.000 per dua liter dan telur ayam Rp20.000 per kilogram. Harga daging ayam di GPM Rp35.000 per kilogram, sedangkan di pasar bisa mencapai Rp40.000 per kilogram.
Warga lainnya, Maryam, berharap kegiatan serupa lebih sering diselenggarakan agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. “Ya, alhamdulillah sangat terbantu. Mudah-mudahan sering ada ya di sini. Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih Bapak Gubernur. Sering-sering mengadakan pasar seperti ini, sangat-sangat membantu,” ujar Maryam.
Ahmad Luthfi mengatakan ketersediaan pangan yang melimpah harus diimbangi dengan keterjangkauan harga. “Pemerintah perlu melakukan intervensi agar masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha petani dan peternak,” katanya.
Menurut Luthfi, pelaksanaan GPM memperhatikan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Pemerintah daerah perlu melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan lokasi dan komoditas yang paling dibutuhkan agar intervensi harga tidak salah sasaran. “Ketersediaan stok saja tidak cukup, tanpa adanya keterjangkauan dari masyarakat,” ujarnya.
Pada kegiatan puncak di Kabupaten Semarang, disediakan 7,5 ton beras dengan harga mulai Rp57.000 per lima kilogram dan 2.000 liter minyak goreng seharga Rp15.500 per liter. Komoditas lain yang tersedia adalah telur, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, serta aneka buah dan sayuran.
Pemprov Jateng juga menyalurkan subsidi jagung sebanyak 12 ton dengan harga tebus Rp5.500 per kilogram bagi peternak kecil yang memiliki kurang dari 5.000 ekor ternak. Selain itu, tersedia lima ton beras bersubsidi seharga Rp12.000 per kilogram dan 300 kilogram beras organik seharga Rp15.000 per kilogram.
Dalam kegiatan tersebut, disalurkan pula Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada 505 penerima manfaat, yakni 205 warga Desa Delik dan 300 warga Desa Tuntang. Luthfi mengharapkan GPM dapat membantu pengendalian inflasi di Jawa Tengah.
Sumber: erakini.id, regional.espos.id, joglojateng.com (21 Oktober 2026). Tanggal peristiwa: Rabu, 21 Oktober 2026.
INFO BELANJA:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












