Kebakaran Hutan Merbabu Gladagsari Boyolali, Api Padam 2 Jam

Kriminal51 Views

Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan Merbabu yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada Selasa (20/10/2026). Api berhasil dikendalikan sekitar dua jam setelah pertama kali diketahui.

Kebakaran terjadi di Curi Alap-alap, petak H17 Grogol, Dukuh Guwolelo, Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Asap pertama kali terlihat sekitar pukul 09.30 WIB oleh seorang saksi.

Saksi tersebut segera menghubungi rekan-rekan peduli api. Upaya pemadaman kemudian dilakukan melalui jalur Dukuh Guwolelo, Desa Ngagrong.

Baca juga:

Respons Cepat Padamkan Kebakaran Hutan Merbabu

Personel Polsek Ampel bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan. Mereka melakukan pengecekan dan penanganan bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu.

Sejumlah relawan turut membantu pemadaman. Mereka antara lain Masyarakat Peduli Api (MPA), Relawan Tirto Lumintu Seboto, serta Relawan Gunungan dari Dukuh Jeruk, Kecamatan Selo.

Api akhirnya padam secara manual sekitar pukul 11.30 WIB. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 200 meter persegi. Berdasarkan laporan awal, tidak ada kerugian materiil dalam peristiwa ini.

Polisi Imbau Warga Waspada Kebakaran Hutan

Kapolsek Ampel IPTU Edhy Nugroho, S.H., M.H., menyebut respons cepat dan koordinasi antarpihak sangat penting. Hal itu untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan hutan yang memiliki risiko kebakaran.

Polsek Ampel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan di sekitar kawasan hutan.

Bagi warga lereng Merbabu, terutama di wilayah Ngagrong dan Selo, kejadian ini menjadi pengingat untuk segera melaporkan bila melihat kepulan asap atau titik api. Respons cepat terbukti mampu mencegah kebakaran meluas dan menimpa permukiman warga.

Musim kemarau membuat kawasan hutan lereng Merbabu rentan terbakar. Daun kering dan semak belukar yang mengering mudah tersulut, sehingga satu puntung rokok atau pembakaran kecil bisa merembet cepat bila tidak segera ditangani. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pendaki yang melalui jalur Selo untuk tidak menyalakan api sembarangan dan selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Sumber: SaberPungli.net — peristiwa terjadi Selasa, 20 Oktober 2026.

Info belanja:

Website: https://www.klatenshop.com

Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *