Tempe Besengek Mbah Rono, Kuliner Legendaris Depan Kecamatan Juwangi

Kuliner, Wisata23 Views

Kecamatan Juwangi di Boyolali punya kuliner yang jarang terdengar di wilayah lain kabupaten ini. Bagi warga yang sedang berada di Juwangi atau melintas dari arah Kemusu dan Grobogan, satu warung sederhana di dekat kantor kecamatan layak dijadikan tempat singgah untuk makan pagi hingga petang.

Warung Mbah Rono berdiri di depan Kantor Kecamatan Juwangi dengan bangunan kayu. Espos dalam liputannya pada Minggu (13/9/2026) melaporkan warung ini telah berdiri sejak 1960-an dan dinilai legendaris oleh warga karena bertahan lebih dari 60 tahun. Menu andalannya adalah tempe besengek.

Intinya

  • Warung Mbah Rono berada di depan Kantor Kecamatan Juwangi dan berdiri sejak 1960-an.
  • Tempe besengek dibuat dari tempe kedelai berbungkus daun jati yang dimasak dengan santan dan rempah.
  • Tempe besengek bisa dibeli mulai Rp3.000; lontong Rp2.500 per lonjor dan gorengan Rp1.000.
  • Warung buka setiap hari pukul 09.00–19.00 WIB.

Apa itu tempe besengek?

Menurut pengelola warung, Surini atau Rini, tempe besengek di warungnya berbahan tempe biasa dari kedelai. “Jadi tempe besengek itu tempe biasa dari kedelai, dibungkus daun jati. Lalu, kami masak dengan rempah-rempah bumbu komplit. Ini makanan khas dari Juwangi,” jelasnya, seperti dikutip Espos.

Istilah besengek sendiri dikenal di sejumlah daerah di Jawa. detikJogja menjelaskan besengek adalah cara memasak tempe dengan merendamnya dalam santan berbumbu. Di Kulon Progo, misalnya, besengek dibuat dari tempe benguk, yaitu tempe dari biji koro benguk. Versi Juwangi berbeda karena memakai tempe kedelai yang dibungkus daun jati.

Saat dicicipi Espos, kuahnya kental dan creamy dari santan, berpadu dengan tempe utuh yang terasa gurih, manis, dan berempah. Tempe besengek bisa disantap bersama lontong sayur, nasi, atau gendar.

Berapa harganya?

Harganya fleksibel. “Andalannya ada tempe besengek yang memang hanya ada di sini. Jadi kalau cari tempe besengek lontong sayur hanya ada di sini. Beli Rp3.000 boleh, Rp5.000 juga boleh. Nanti tambah lontong juga bisa,” kata Rini kepada Espos, Sabtu (12/9/2026).

Harga itu belum termasuk lontong yang dijual Rp2.500 per lonjor. Aneka gorengan seperti tempe, tahu, dan bakwan dijual Rp1.000 per buah. Selain besengek, warung ini juga menyediakan sayur telur, sayur tahu, ikan patin, mangut, dan oseng sayur.

Siapa yang mengelola warung ini sekarang?

Rini dan suaminya, Eko Aminarto, adalah generasi ketiga penerus Warung Mbah Rono. Rini merupakan cucu menantu, sedangkan garis cucu berasal dari sang suami.

Dalam sehari, warung ini biasanya menghabiskan sekitar 120 tempe berbungkus daun jati yang dibeli dari warga lokal, serta sekitar 2 kilogram cabai untuk memasak tempe besengek dan sayuran lain. Pelanggannya bukan hanya warga Juwangi, tetapi juga dari Grobogan, Kemusu, dan daerah lain.

Camat Juwangi, Siswanto, membenarkan banyak pegawai kecamatan menjadi pelanggan. “Di Warung Mbah Rono memang dikenal sebagai makanan legendaris di Juwangi Boyolali. Satu-satunya menu yang ada di sini dan tidak ada di tempat lain ada Tempe Besengek,” ujarnya, seperti dikutip Espos.

Apa selanjutnya?

Warung Mbah Rono berlokasi di depan Kantor Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, dan buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB, menurut Espos. Harga yang disebutkan di atas berlaku saat liputan pada September 2026 dan dapat berubah.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *