BOYOLALI — Musim hujan sudah tiba di Boyolali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memprakirakan hujan petir mengguyur wilayah Boyolali pada Jumat (30/10/2026) siang hingga sore hari. Bagi pengendara motor, kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra karena jalan basah membuat ban lebih mudah selip dan jarak pandang berkurang.
Kecelakaan lalu lintas saat hujan kerap dipicu hal sepele: kecepatan yang tidak dikurangi, rem mendadak, hingga jas hujan ponco yang tersangkut roda. Padahal, sebagian besar kejadian itu bisa dicegah dengan persiapan sederhana sebelum berangkat dan cara berkendara yang lebih sabar.
Sebagai pengingat, pada Jumat pagi tadi seorang pengendara motor berusia 18 tahun asal Teras, Boyolali, meninggal dunia setelah terjatuh ke kolong truk di Ungaran, Kabupaten Semarang. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa sepersekian detik kehilangan kendali di jalan bisa berakibat fatal, terlebih saat kondisi jalan tidak ideal.
Baca juga:
- 7 Tips Memilih Helm Aman dan Nyaman di Boyolali
- Kebiasaan Buruk Pengendara Motor Picu Kecelakaan di Boyolali
- Warga Teras Boyolali, 18, Tewas Terlindas Truk di Ungaran
1. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak
Saat hujan, kurangi kecepatan hingga 20–30 persen dari biasanya dan gandakan jarak aman dengan kendaraan di depan. Jalan basah membuat jarak pengereman memanjang, sehingga ruang yang lebih lega memberi waktu mengantisipasi kendaraan yang berhenti mendadak.
2. Rem Bertahap, Jangan Mendadak
Hindari menarik tuas rem secara tiba-tiba karena roda bisa mengunci dan motor tergelincir. Gunakan kombinasi rem depan dan belakang secara halus dan bertahap. Bila motor sudah dilengkapi rem ABS, tetap pertahankan tekanan rem yang stabil, bukan dipompa berulang kali.
3. Pakai Jas Hujan Setelan, Bukan Ponco
Jas hujan model setelan (atasan dan celana terpisah) jauh lebih aman daripada ponco. Ponco yang berkibar bisa tersangkut rantai atau roda dan menutupi lampu sein. Pilih jas hujan berwarna cerah agar mudah terlihat pengendara lain di tengah derasnya hujan.
4. Pastikan Visor Helm Bersih dan Tidak Berembun
Visor yang buram atau berembun memangkas jarak pandang secara drastis. Bersihkan visor sebelum berangkat, dan bila perlu gunakan cairan anti-embun. Jangan membuka visor lebar-lebar saat hujan deras karena air yang masuk justru mengaburkan pandangan.
5. Hindari Genangan dan Marka Jalan
Genangan bisa menyembunyikan lubang dan membuat motor kehilangan traksi mendadak (aquaplaning). Marka jalan, tutup got besi, dan cat jalan juga sangat licin saat basah. Lintasi dengan kecepatan rendah dan posisi motor tegak, jangan sambil berbelok tajam.
6. Nyalakan Lampu dan Beri Isyarat Lebih Awal
Nyalakan lampu utama meski masih siang agar keberadaan Anda terlihat dari kaca spion kendaraan lain yang tertutup titik air. Nyalakan lampu sein lebih awal sebelum berpindah jalur atau berbelok, karena pengendara lain membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons saat hujan.
7. Berhenti Bila Hujan Terlalu Deras atau Ada Petir
Bila hujan sudah terlalu deras hingga pandangan hanya beberapa meter, atau terdengar petir menyambar di dekat Anda, menepi di tempat aman adalah pilihan paling bijak. Berteduh di bawah pohon atau baliho justru berbahaya; pilih teras toko, SPBU, atau pos yang kokoh dan jauh dari pohon tinggi.
Sebelum berangkat, sempatkan memeriksa kondisi ban, rem, dan lampu. Ban yang sudah tipis sangat berbahaya di jalan basah karena daya cengkeramnya berkurang. Perjalanan yang tertunda beberapa menit jauh lebih baik daripada risiko kecelakaan yang tidak bisa diulang.
Sumber: Prakiraan cuaca BMKG, Jumat 30 Oktober 2026; imbauan keselamatan berkendara. Peristiwa: Jumat, 30 Oktober 2026.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps






