BOYOLALI — Kondisi Panji Suherman (23), tukang tambal ban yang menjadi korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Boyolali, dilaporkan berangsur membaik. Seusai menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di pipinya, korban mendapatkan 10 jahitan.
Panji menjadi korban penembakan pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 11.45 WIB di bengkelnya yang berada di pinggir Jalan Pandanaran, Kampung Ngrancah Wetan, RT 3/RW 11, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali — tepat di sebelah timur kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali. Pelaku yang datang sendirian dengan sepeda motor matik berwarna putih itu menembak korban sebanyak lima kali.
Lima tembakan tersebut mengenai pipi bagian kiri, hidung, tangan, dada, dan bagian belakang kepala korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, senjata yang digunakan diduga berjenis airsoft gun. Petugas mengamankan tiga butir peluru gotri sebagai barang bukti.
Baca juga:
- Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK, Polisi Buru Pelaku
- Peluru Bersarang di Pipi, Korban Penembakan OTK di Boyolali Jalani Operasi
- Kejari Boyolali Musnahkan Barang Bukti 25 Perkara, Ada 34,7 Gram Sabu dan 1.673 Pil Psikotropika
Sebelum operasi, korban diketahui masih membawa satu proyektil yang bersarang sedalam 2–3 sentimeter di pipi kirinya. Tim medis kemudian melakukan tindakan operasi untuk mengangkat peluru tersebut, dan luka bekas operasi itu mendapatkan 10 jahitan. Kondisi korban dilaporkan stabil dan tidak ada barang miliknya yang hilang dalam peristiwa tersebut.
Panji sempat menceritakan detik-detik kejadian. Saat itu ia sedang beristirahat sambil bermain telepon genggam di bengkelnya. Tiba-tiba seorang pria datang dan menodongkan senjata yang diduga airsoft gun, lalu melepaskan tembakan berkali-kali sebelum melarikan diri.
Hingga kini polisi masih memburu pelaku. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan meminta keterangan sejumlah saksi. Motif penembakan masih dalam pendalaman dan penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa itu agar segera melapor.
Sumber: Solopos/Espos












