Waduk Cengklik Surut, Sabana Hijau Jadi Spot Sunset Dadakan Boyolali

Wisata36 Views

BOYOLALI — Kemarau panjang membuat volume air Waduk Cengklik di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, menyusut lebih dari 50 persen. Surutnya air justru memunculkan pemandangan tak biasa: hamparan rumput hijau menyerupai sabana yang kini ramai dikunjungi warga dan dijuluki Sabana Sunset.

Kawasan yang sebelumnya tertutup air itu kini menjadi daratan luas yang ditumbuhi rerumputan hijau. Dalam sebulan terakhir, semakin banyak daratan di sekitar waduk yang terbuka dan menghijau seiring terus menyusutnya air selama musim kemarau.

Setiap sore, kawasan Sabana Sunset ramai didatangi masyarakat. Mereka datang untuk bersantai, berfoto, memancing, hingga menikmati makanan bersama keluarga sambil menunggu matahari terbenam.

Baca juga:

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalan pematang sawah menggunakan sepeda motor. Setibanya di tepi waduk, mereka disuguhi hamparan daratan luas yang ditumbuhi rerumputan hijau.

Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pemandangan inilah yang menjadi daya tarik utama Sabana Sunset.

Waduk Peninggalan Belanda yang Kini Jadi Destinasi Wisata

Waduk Cengklik merupakan waduk peninggalan zaman Belanda yang dibangun antara tahun 1926 hingga 1928. Waduk di Desa Ngargorejo dan Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, ini semula berfungsi sebagai penampung air irigasi dan sumber air untuk persawahan di sekitarnya.

Seiring waktu, waduk yang terletak sekitar empat kilometer di sebelah barat Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo ini berkembang menjadi destinasi wisata. Warung apung, perahu wisata, dan spot memancing menjadi daya tarik yang selama ini dikenal pengunjung.

Kini, surutnya air menambah daya tarik baru. Hamparan sabana hijau yang muncul di dasar waduk yang mengering memberi latar foto yang berbeda dari biasanya. Tak heran kawasan ini mendadak ramai sebagai spot berburu senja dadakan di Boyolali.

Tips Berkunjung ke Sabana Sunset

Bagi warga yang ingin berkunjung, waktu terbaik adalah sore hari, sekitar pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, saat udara mulai sejuk dan langit cerah. Pengunjung disarankan berhati-hati saat melintasi jalan pematang sawah yang sempit, serta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan di kawasan waduk.

Karena kawasan ini masih berupa area terbuka tanpa pengelolaan resmi sebagai objek wisata, pengunjung juga diimbau waspada terhadap perubahan cuaca. Hujan yang turun tiba-tiba dapat membuat jalan pematang menjadi licin.

Fenomena Sabana Sunset ini diperkirakan hanya bertahan selama musim kemarau. Begitu hujan turun dan volume air waduk kembali naik, hamparan rumput hijau itu akan kembali tergenang. Selagi kemarau masih berlangsung, inilah momen yang tepat untuk menikmati senja di Sabana Sunset Waduk Cengklik.

Sumber: iNews.id, newshive.id, Minggu 8 November 2026.


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *