Cara Ternak Ayam Kampung untuk Pemula di Boyolali, Mulai 50 Ekor

Ekonomi32 Views

BOYOLALI — Boyolali dikenal sebagai kota susu, tetapi peluang peternakan di sini tidak hanya sapi perah. Ternak ayam kampung bisa menjadi usaha sampingan yang realistis bagi warga Boyolali: daging dan telurnya selalu dicari warung makan, pasar tradisional, dan hajatan, sementara modalnya relatif kecil dan bisa dimulai dari pekarangan rumah.

Bagi pemula, kunci keberhasilan bukan besarnya modal, melainkan pemilihan bibit, kandang yang layak, pakan yang teratur, dan vaksin yang tidak dilewatkan.

Kunci pertama adalah memilih bibit. Ayam kampung asli dagingnya paling dicari dan harganya paling mahal, tetapi panennya lama, sekitar empat sampai enam bulan. Untuk perputaran modal yang lebih cepat, pemula disarankan memilih ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) hasil seleksi Balitbangtan Kementerian Pertanian. Ayam KUB jantan mencapai bobot sekitar satu kilogram pada umur 70 hari, sedangkan betinanya bertelur 160–180 butir per tahun dan mulai bertelur umur 18–20 minggu. Harga DOC KUB di Pulau Jawa sekitar Rp7.700 per ekor pada November 2026 (harga bisa berubah). Pemula sebaiknya mulai dari 50–100 ekor dulu.

Baca juga:

Kandang Sederhana, yang Penting Kering dan Berventilasi

Kandang panggung dari bambu atau kayu sudah cukup, asalkan lantainya kering, ventilasinya baik, atapnya tidak bocor, dan ayam terlindung dari hujan serta angin malam. Kandang yang bersih dan kering menekan risiko penyakit. Anak ayam (DOC) perlu dipisah di kandang hangat dengan lampu penghangat pada minggu-minggu awal.

Pakan: Biaya Terbesar yang Harus Diatur

Pakan menyerap 60–70 persen total modal usaha, jadi bagian ini paling menentukan untung atau rugi. Umur 0–8 minggu, berikan pakan starter jadi berkandungan protein sekitar 18–20 persen. Setelah itu, peternak bisa mencampur sendiri konsentrat, jagung giling, dan dedak — contoh campuran umum: jagung 50 persen, konsentrat 35 persen, dedak 15 persen. Hijauan dan sisa dapur boleh ditambah secukupnya, tetapi jangan menggantikan seluruh pakan jadi untuk anak ayam. Air minum yang bersih harus selalu tersedia.

Jangan Lewatkan Vaksin Tetelo

Penyakit yang paling ditakuti peternak adalah tetelo (Newcastle Disease/ND): sangat menular dan bisa mematikan hampir seluruh isi kandang. Vaksin ND pertama diberikan saat ayam berumur empat hari melalui tetes mata, lalu diulang sesuai program, misalnya setiap tiga sampai empat bulan. Ada pula vaksin Gumboro umur 10–14 hari dan vaksin cacar unggas umur empat sampai enam minggu. Jadwal vaksin bisa berbeda di setiap daerah; susun program vaksinasi bersama dokter hewan atau petugas Puskeswan setempat.

Panen dan Jual ke Mana

Ayam KUB pedaging siap panen umur 60–70 hari dengan bobot sekitar 0,8–1 kilogram, sedangkan ayam kampung asli butuh empat sampai enam bulan. Hasil panen bisa dijual ke pengepul, warung makan, pasar tradisional Boyolali, atau langsung ke tetangga lewat WhatsApp. Panen menjelang musim hajatan dan hari besar biasanya memberi harga lebih baik. Sebagai gambaran, modal operasional 100 ekor sekitar Rp3,5 juta di luar kandang permanen — angka estimasi yang bisa berubah. Keuntungan per periode memang tidak besar, tetapi perputarannya cepat dan risikonya terukur bila manajemen kandang, pakan, dan vaksin disiplin.

Mulailah dari skala kecil, catat semua biaya, dan jangan tergiur menambah populasi sebelum satu periode panen berhasil. Ternak ayam kampung bukan jalan cepat kaya, tetapi usaha sampingan yang masuk akal bagi warga Boyolali yang punya pekarangan dan waktu luang.

Sumber: Hobiternak, Kepo Times, Pondok Daun Farm, BBPP Kupang; dirangkum boyolali.net, Minggu 8 November 2026. Harga dan jadwal dapat berubah sewaktu-waktu; konfirmasikan ke penjual bibit dan Puskeswan sebelum memulai.


Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *