Tahun ajaran baru sudah berjalan sejak Juli, tetapi sebagian orang tua di Boyolali masih menunggu seragam gratis untuk anaknya yang baru masuk SD atau SMP. Kabar terbaru, penyaluran terus bergerak ke kecamatan-kecamatan di wilayah utara.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali membagikan 919 paket seragam gratis kepada siswa kelas 7 SMP di Kecamatan Karanggede dan Wonosegoro pada Jumat (25/9/2026). Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Dwi Hari Kuncoro menyerahkannya secara simbolis di SMPN 1 Karanggede dan SMPN 1 Wonosegoro, seperti dilaporkan Joglo Jateng.
Intinya
- Sebanyak 919 siswa kelas 7 SMP di Karanggede (492) dan Wonosegoro (427) menerima seragam pada 25/9/2026.
- Penyaluran seragam baru sekitar 45 persen, mencakup sembilan kecamatan.
- Pemkab menargetkan semua seragam kelas 1 SD dan kelas 7 SMP tersalur sebelum batas kontrak 5 Oktober 2026.
- Bantuan LKS untuk siswa SD dan SMP sudah seluruhnya tersalur pada 8 September 2026.
Siapa saja penerima kali ini?
Menurut Kuncoro, 492 siswa SMP di Karanggede menerima seragam, berasal dari dua SMP negeri dan dua SMP swasta. Di Wonosegoro, bantuan diberikan kepada 427 siswa, juga dari dua SMP negeri dan dua SMP swasta.
“Hari ini jumlah total seragam yang dibagikan sebanyak 919 paket,” kata Kuncoro, seperti dikutip Joglo Jateng.
Sudah sampai mana penyalurannya?
Hingga Jumat itu, seragam gratis disebut telah tersalur sekitar 45 persen di sembilan kecamatan, yakni Boyolali, Mojosongo, Juwangi, Kemusu, Karanggede, Wonosegoro, Wonosamodro, Cepogo, dan Selo.
Penyaluran dimulai akhir Agustus di Kecamatan Boyolali dan Mojosongo. Tahap II menyusul pada Rabu (16/9/2026) di Kemusu dan Juwangi dengan 1.650 paket, seperti dilaporkan infojateng.id.
Bagaimana dengan target sebelumnya?
Saat penyerahan tahap pertama, Jumat (28/8/2026), Bupati Agus Irawan menargetkan distribusi selesai paling lambat September, walaupun kontrak pengadaan berakhir Oktober 2026, seperti dilaporkan Espos. Pada tahap II, Pemkab juga menyebut target akhir September.
Kini Disdikbud menyebut batas kontrak sebagai patokan. “Kami berupaya sebelum tanggal kontrak yaitu 5 Oktober seluruh seragam terdistribusi ke murid-murid kelas 1 SD dan 7 SMP,” ujar Kuncoro kepada Joglo Jateng.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Aneka Karya Boyolali Rohmat Junaidi, selaku vendor, menjelaskan kepada Espos bahwa seragam harus lolos uji laboratorium sebelum diproduksi massal. “Kami juga sangat ketat, sehingga maaf agak terlambat karena kami mengutamakan kualitas,” katanya.
Apa yang didapat siswa?
Menurut Espos, program ini menyasar 20.609 murid baru, terdiri atas 10.060 siswa kelas 1 SD dan 10.549 siswa kelas 7 SMP, negeri dan swasta. Siswa SD mendapat tiga setel seragam jadi, sedangkan siswa SMP mendapat kain untuk tiga setel seragam, yakni OSIS, Pramuka, dan batik.
Wabup Fajar berpesan agar siswa rajin belajar, menghormati guru, dan berbakti kepada orang tua. Pihak sekolah menilai program ini membantu meringankan beban orang tua.
Apa selanjutnya?
Seragam untuk kecamatan yang belum menerima dijadwalkan menyusul hingga batas kontrak 5 Oktober 2026. Sejak awal, Bupati Agus meminta wali murid bersabar dan tidak membeli seragam baru dulu. Bagi siswa SD yang ukuran seragamnya tidak pas, Pemkab memberi kesempatan menukar dalam waktu satu pekan, menurut Espos.
Sumber
- Joglo Jateng – Hampir Seribu Siswa SMP Kebagian Seragam Gratis, Wabup Boyolali Targetkan Selesai Sebelum 5 Oktober (28/9/2026)
- infojateng.id – Boyolali Salurkan Seragam dan LKS Gratis Tahap II untuk 1.650 Siswa SD dan SMP (17/9/2026)
- Espos.id – Seragam Sekolah dan LKS Gratis Boyolali Dibagikan Bertahap, Ortu Diminta Sabar (28/8/2026)
- Espos.id – Seragam Gratis Baru Dibagikan Agustus, Aneka Karya Boyolali Jelaskan Penyebabnya (28/8/2026)












