BOYOLALI — Spons cuci piring yang baru dibeli beberapa minggu lalu tiba-tiba mengeluarkan bau apek, padahal masih terlihat utuh. Kondisi ini sering dialami warga Boyolali, terutama saat musim hujan ketika dapur lebih lembap dan spons sulit kering sempurna.
Bau pada spons umumnya berasal dari sisa makanan, lemak, dan air yang terperangkap di pori-porinya. Kelembapan yang bertahan lama menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang. Semakin jarang spons diperas dan diangin-anginkan, semakin cepat baunya muncul.
Kabar baiknya, bau spons tidak selalu berarti spons harus langsung dibuang. Dengan perawatan yang tepat, spons bisa kembali bersih, lebih awet, dan aman dipakai mencuci peralatan makan sehari-hari. Berikut tujuh cara mengatasinya.
Baca juga:
- Galon Air Cepat Berlumut? Ini 7 Cara Membersihkan dan Mencegahnya di Boyolali
- Jaket Cepat Bau Apek Saat Musim Hujan? Ini 7 Cara Merawatnya di Boyolali
- Panci Gosong? Ini 7 Cara Membersihkannya untuk Warga Boyolali
1. Peras sampai benar-benar kering setiap habis dipakai. Setelah mencuci piring, peras spons kuat-kuat hingga tidak ada lagi air yang menetes. Spons yang dibiarkan basah di dasar wastafel adalah penyebab bau paling umum.
2. Simpan di tempat yang berangin, bukan di wadah tertutup. Letakkan spons di rak kawat atau tempat sabut yang berlubang agar udara mengalir. Hindari menyimpan spons di dalam wadah plastik tertutup yang justru mengurung kelembapan.
3. Bilas dengan air panas secara berkala. Sekali dalam beberapa hari, siram spons dengan air panas untuk melarutkan lemak yang menempel. Cara sederhana ini membantu mengurangi bau sekaligus membuat spons terasa lebih kesat.
4. Rendam dalam larutan cuka dan air. Campurkan satu bagian cuka dapur dengan tiga bagian air, lalu rendam spons selama 10–15 menit. Setelah itu bilas bersih dan peras. Cuka membantu menetralkan bau tanpa meninggalkan residu berbahaya pada peralatan makan.
5. Gunakan soda kue untuk bau membandel. Taburkan soda kue pada spons yang sudah dibasahi, diamkan beberapa menit, lalu gosok dan bilas. Soda kue dikenal ampuh menyerap bau, sehingga cocok untuk spons yang sudah terlanjur apek.
6. Jemur sesekali di bawah sinar matahari. Sinar matahari membantu mengeringkan spons hingga ke bagian dalam dan menghambat pertumbuhan bakteri. Cukup jemur sebentar di tempat yang terkena sinar matahari langsung, jangan terlalu lama agar spons tidak cepat rapuh.
7. Ganti spons secara rutin. Sekalipun dirawat dengan baik, spons tetap punya masa pakai. Bila spons sudah sobek, berubah warna pekat, atau baunya tidak hilang meski sudah direndam, saatnya mengganti dengan yang baru. Untuk pemakaian rumah tangga normal, mengganti spons setiap dua hingga empat minggu adalah langkah yang wajar.
Bagi warga Boyolali, perawatan spons yang baik bukan sekadar soal bau. Spons yang bersih membuat peralatan makan lebih higienis dan menghemat pengeluaran, karena spons tidak perlu sering diganti. Biasakan memeras dan mengangin-anginkan spons setiap habis mencuci piring, terutama pada musim hujan ketika udara dapur lebih lembap.
Sumber: panduan perawatan peralatan dapur rumah tangga.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps









