Tungguk Tembakau adalah tradisi syukur warga Desa Senden, Selo, saat memasuki panen tembakau. Gunungan daun tembakau dan hasil bumi diarak menuju makam petilasan Gunungsari di kaki Merbabu.
Sejarah
Sendang Pitu Cabean Kunti, Petirtaan Kuno di Cepogo yang Masih Dirawat
Petirtaan Cabean Kunti atau Sendang Pitu di Cepogo, Boyolali, menyimpan tujuh sendang kuno yang diperkirakan dari abad ke-8–10. Airnya masih mengalir ke rumah warga dan dirawat lewat tradisi Selasa Kliwon.
Tumang Cepogo, Sentra Kerajinan Tembaga Boyolali yang Bertahan Berabad
Dukuh Tumang di Desa Cepogo, Boyolali, dikenal sebagai sentra kerajinan tembaga dan kuningan. Tradisinya dikaitkan dengan masa Mataram Islam dan kini menghasilkan lampu hias hingga ornamen masjid.
Sadranan Cepogo, Tradisi Bersih Makam dan Tukar Tenong Jelang Ramadan
Setiap bulan Ruwah, warga Cepogo dan desa-desa lereng Merapi-Merbabu di Boyolali menggelar sadranan: membersihkan makam leluhur, berdoa bersama, bertukar isi tenong, lalu membuka rumah bagi tamu.
Sejarah Waduk Kedung Ombo, 37 Desa Tenggelam demi Air Sawah Pantura
Waduk Kedung Ombo yang membentang hingga Kemusu, Boyolali, dibangun pada era Orde Baru dengan menenggelamkan 37 desa. Kini bendungan itu berpotensi mengairi 61.440 hektare sawah di Jawa Tengah.
Jejak Trem Kuda Solo–Boyolali, Jalur Kereta yang Ditutup sejak 1973
Boyolali pernah terhubung rel dengan Solo. Jalur yang dibuka sebagai trem kuda SoTM pada 1892 itu beralih ke NIS pada 1911 dan ditutup sebagai jalur umum pada 1 Agustus 1973.
Gunung Bibi di Cepogo, Bukit Purba di Lereng Timur Laut Merapi
Gunung Bibi atau Bukit Bibi di Dusun Pedut, Wonodoyo, Cepogo, adalah struktur vulkanik tua di lereng timur laut Merapi yang masuk kawasan TNGM, kaya lichen, dan lekat dengan mitos pelindung dari awan panas.
Bakdo Sapi di Sruni Musuk, Tradisi Syawalan Mengarak Ternak Warga
Setiap H+7 Lebaran, warga Dukuh Mlambong, Desa Sruni, Musuk, Boyolali memandikan sapi dan kambing, memberinya wewangian serta ketupat, lalu mengaraknya keliling kampung sebagai wujud syukur.
Asal-usul Nama Simo Boyolali, Legenda Sunan Kudus dan Suara Harimau
Nama Simo, yang dalam bahasa Jawa berarti harimau, dikaitkan dengan legenda Sunan Kudus yang menabuh bende pusaka di tengah hutan dalam perjalanan ke Pengging, seperti tercatat dalam naskah babad.
Gladagsari, Tamansari, Wonosamodro, Tiga Kecamatan Termuda Boyolali
Gladagsari, Tamansari, dan Wonosamodro dibentuk lewat Perda Kabupaten Boyolali Nomor 18 Tahun 2018, masing-masing dari Kecamatan Ampel, Musuk, dan Wonosegoro, dengan 10 desa per kecamatan.
No More Posts Available.
No more pages to load.


















