BOYOLALI — Hujan deras yang mengguyur Boyolali sore hingga malam hari sering membuat warga pulang dengan celana basah kuyup. Air hujan yang meresap ke serat kain, terutama celana jeans yang tebal, membuat celana terasa berat, dingin, dan lama kering.
Berbeda dengan kaus tipis yang cepat kering, celana menyimpan air jauh lebih banyak di bagian pinggang, lipatan, dan saku. Bila dibiarkan lembap terlalu lama, celana bisa berbau apek, terasa lengket di kulit, bahkan ditumbuhi jamur di lipatan kain.
Kabar baiknya, celana basah kena hujan tetap bisa kering lebih cepat tanpa mesin pengering khusus. Kuncinya ada pada cara memeras, menggantung, dan memberi aliran udara yang cukup sejak celana pertama kali basah.
Baca juga:
- Baju Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali
- Handuk Basah Kena Hujan? Ini 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali
- Cucian Sulit Kering Saat Hujan? 7 Cara Mengeringkannya di Boyolali
Berikut tujuh cara praktis mengeringkan celana basah kena hujan yang bisa langsung dicoba warga Boyolali.
1. Peras bertahap, lalu gulung dengan handuk kering
Peras celana bertahap dari pinggang ke ujung kaki. Lalu bentangkan di atas handuk kering, gulung bersama handuk, dan tekan kuat-kuat agar airnya terserap.
2. Gantung terbalik dengan saku dikeluarkan
Gantung celana dalam posisi terbalik, bagian pinggang di bawah dan ujung kaki di atas, agar air mengalir keluar dari saku dan lipatan. Keluarkan isi saku dan balik lapisan saku ke luar supaya bagian yang paling lama kering mendapat udara langsung.
3. Jemur di tempat berangin, bantu dengan kipas angin
Angin lebih penting daripada matahari untuk mengeringkan celana tebal. Jemur di teras beratap atau dekat jendela, lalu arahkan kipas angin ke celana agar uap air terbawa menjauh dari kain.
4. Pisahkan celana tebal dari pakaian tipis
Jeans dan celana bahan tebal menyimpan air jauh lebih banyak daripada kaus. Letakkan celana tebal di area dengan aliran udara terbaik dan beri jarak antar gantungan supaya tidak saling menahan kelembapan.
5. Keringkan bagian tebal dengan pengering rambut
Bagian pinggang, lipatan, jahitan ganda, dan saku biasanya paling lama kering. Bila celana harus segera dipakai, tiupkan udara hangat pengering rambut ke bagian tersebut selama beberapa menit sambil membalik sisi kainnya.
6. Setrika saat celana sudah setengah kering
Ketika celana sudah tidak menetes tetapi masih lembap, setrika dengan suhu sesuai jenis kainnya. Panas setrika menguapkan sisa air sekaligus merapikan celana, lalu gantung kembali satu hingga dua jam.
7. Cegah bau apek sebelum celana disimpan
Saat membilas celana yang terkena hujan, tambahkan sedikit cuka dapur atau soda kue pada bilasan terakhir untuk membantu menetralkan bau. Yang terpenting, jangan melipat atau menyimpan celana yang masih terasa dingin dan lembap, terutama di bagian pinggang dan lipatan, karena bau apek dan jamur mudah muncul di sana.
Dengan tujuh langkah di atas, celana basah tidak perlu menunggu seharian untuk kering. Selama aliran udara terjaga dan celana tidak disimpan dalam keadaan lembap, celana tetap nyaman dipakai sepanjang musim hujan di Boyolali.
Sumber: panduan perawatan kain dan tekstil rumah tangga.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












