Bagi peternak ayam, kandang dan ternak di dalamnya adalah modal utama usaha. Satu kebakaran bisa menghapus modal miliaran rupiah hanya dalam satu malam.
Itulah yang dialami Joko Jasmanto, 42, warga Desa Sruni, Kecamatan Musuk. Kandang ayam miliknya di Dukuh Karangboyo RT 001/RW 004, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, terbakar pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 19.45 WIB.
Intinya
- Satu los kandang berukuran 12 x 80 meter di Desa Sampetan, Gladagsari, terbakar Minggu (13/9/2026) malam.
- Sebanyak 25.000 ekor ayam berumur delapan hari mati; kerugian ditaksir Rp2,3 miliar.
- Api diduga bermula dari arah blower, disusul ledakan trafo listrik. Penyebab pasti masih diselidiki.
- Sebelumnya, pada Agustus 2026, kebakaran kandang juga terjadi di Ngemplak dan Karanggede dengan kerugian ratusan juta hingga Rp1 miliar.
Bagaimana kebakaran terjadi?
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, tiga pekerja kandang awalnya melihat kepulan asap dari arah blower di ujung timur bangunan. Blower adalah kipas besar untuk mengatur sirkulasi udara di kandang ayam modern.
“Setelah itu terdengar suara ledakan dari trafo listrik dan langsung muncul api dan cepat membakar kandang,” kata Supriyono, seperti dikutip Espos. Ketiga pekerja sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, tetapi api terus membesar dan asap membuat mereka sesak napas.
Para pekerja lalu menyelamatkan diri dan meminta bantuan petugas keamanan PT Arion di sekitar lokasi untuk menghubungi pemadam kebakaran serta pemilik kandang.
Seberapa besar kerugiannya?
Api menghanguskan satu los kandang berukuran 12 x 80 meter. Saat kejadian, kandang itu berisi 25.000 ekor ayam yang baru berumur delapan hari. Menurut Espos, kerugian sekitar Rp2,3 miliar mencakup bangunan kandang dan puluhan ribu ayam yang mati.
“Jadi yang terbakar itu 1 los kandang ayam, Sebanyak 25 ribu ekor ayam berumur 8 hari terbakar. Atas peristiwa tersebut korban mengalami total kerugian kurang lebih sebesar Rp2,3miliar. Korban jiwa nihil,” ujar Supriyono, seperti dikutip Fokus Jateng.
Pemadaman melibatkan tim lintas wilayah. Radar Solo mencatat unsur yang dikerahkan meliputi Damkar Boyolali, Damkar Kabupaten Semarang (Pos Tengaran dan Getasan), Damkar Kota Salatiga, BPBD Boyolali, BPBD Kabupaten Semarang, Polsek Ampel, dan Koramil Ampel. “Penyebab pasti kebakaran belum diketahui, masih dalam penyelidikan,” kata Supriyono.
Apakah ini kejadian pertama?
Tidak. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya dua kebakaran kandang ayam lain terjadi di Boyolali. Pada Selasa (18/8/2026), kandang di Desa Kismoyoso, Ngemplak, terbakar dan 15.000 anak ayam berusia tujuh hari mati dengan kerugian sekitar Rp1 miliar, menurut Fokus Jateng.
Lalu, seperti dilaporkan Fokus Jateng pada Minggu (23/8/2026), dua kandang berdampingan di Desa Manyaran, Karanggede, terbakar. Sebanyak 18 ribu ekor ayam dan 276 sak atau sekitar 13 ton pakan ikut hangus, dengan kerugian ditaksir Rp900 juta. Polisi menyebut api cepat menyebar karena bahan bangunan kandang mudah terbakar.
Apa selanjutnya?
Damkar Boyolali mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan selama kemarau. Menurut Supriyono, instalasi listrik memiliki usia aman sekitar 15 tahun, sehingga perlu diperiksa atau diganti bila sudah melewati masa pakainya. Kebakaran kecil dapat dipadamkan awal dengan alat pemadam api ringan (APAR).
“Jika tidak mampu menangani sendiri, segera hubungi Damkar Boyolali melalui nomor 0276-321313 atau WhatsApp 0822-9730-1113,” katanya, seperti dikutip Espos.
Sumber
- Espos – 25.000 Ayam Mati dalam Kebakaran Kandang Boyolali, Kerugian Ditaksir Rp2,3 M (14/9/2026)
- Fokus Jateng – Kandang Ayam di Gladagsari Boyolali Terbakar, Peternak Rugi Rp2,3M (14/9/2026)
- Radar Solo – Kandang Berisi 25 Ribu Ayam di Gladagsari Boyolali Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2,3 Miliar (14/9/2026)
- Fokus Jateng – Kebakaran Kandang di Ngemplak, 15.000 Anak Ayam Hangus, Rugi Hingga Rp1 Miliar (18/8/2026)
- Fokus Jateng – Dua Kandang di Boyolali Terbakar, 18 Ribu Ayam Hangus Terpanggang (23/8/2026)






