BOYOLALI — Kentang adalah stok dapur andalan banyak keluarga di Boyolali, dari bahan perkedel, sop, sampai campuran sayur. Sayangnya, kentang yang baru dibeli seminggu lalu sering kali sudah bertunas, lembek, bahkan kulitnya menghijau sebelum sempat diolah.
Penyebabnya biasanya sepele: kentang disimpan di tempat terang, lembap, atau hangat, ditumpuk dalam kantong plastik tertutup rapat, bahkan diletakkan berdampingan dengan bawang. Cahaya memicu kentang bertunas dan menghijau, udara yang tidak mengalir membuatnya cepat lembap, sedangkan gas dari bawang mempercepat proses penuaan umbi.
Kabar baiknya, semua itu bisa dicegah dengan cara simpan yang benar. Dengan tujuh langkah sederhana berikut, stok kentang di rumah bisa bertahan berminggu-minggu tetap keras dan segar, sehingga belanja mingguan tidak cepat terbuang sia-sia.
Baca juga:
- Telur Cepat Busuk? Ini 7 Cara Menyimpan Telur agar Awet di Boyolali
- Bawang Cepat Busuk? Ini 7 Cara Menyimpan Bawang agar Awet di Boyolali
- Cabai Cepat Busuk? Ini Cara Menyimpannya agar Awet di Boyolali
1. Simpan di tempat gelap dan sejuk
Letakkan kentang di sudut dapur yang gelap, sejuk, dan kering, misalnya di lemari dapur atau gudang kecil yang jauh dari kompor. Cahaya adalah pemicu utama tunas dan warna hijau pada kulit kentang, jadi makin gelap tempatnya, makin awet umbinya.
2. Jangan dicuci sebelum disimpan
Cuci kentang hanya sesaat sebelum dimasak. Sisa tanah yang menempel justru melindungi kulitnya, sedangkan kentang yang disimpan dalam keadaan basah jauh lebih cepat lembap, berjamur, dan busuk.
3. Pakai wadah yang berventilasi
Gunakan keranjang anyaman, kantong kertas, atau kardus yang dilubangi agar udara bisa mengalir. Hindari kantong plastik tertutup rapat karena uap air terperangkap di dalamnya dan membuat kentang cepat lembek.
4. Jauhkan dari bawang dan buah-buahan
Simpan kentang terpisah dari bawang merah dan bawang bombai, karena gas yang dilepas bawang mempercepat kentang bertunas dan membusuk. Begitu pula buah seperti pisang dan apel yang menghasilkan gas etilen sebaiknya tidak ditumpuk bersama kentang.
5. Sortir secara rutin setiap minggu
Luangkan waktu seminggu sekali untuk memeriksa stok. Segera pisahkan kentang yang mulai lembek, bertunas panjang, atau berbau, agar tidak menular ke kentang lain yang masih bagus.
6. Jangan simpan kentang mentah di kulkas
Suhu kulkas yang terlalu dingin mengubah pati kentang menjadi gula, sehingga rasanya berubah manis dan warnanya cepat gelap saat digoreng. Kentang mentah utuh lebih awet di suhu ruang yang sejuk daripada di dalam kulkas.
7. Beli secukupnya dan pilih yang bagus sejak awal
Saat belanja di pasar Boyolali, pilih kentang yang keras saat ditekan, kulitnya kering dan tidak luka, serta belum bertunas dan tidak menghijau. Membeli secukupnya sesuai kebutuhan seminggu juga jauh lebih hemat daripada menimbun lalu membuang yang busuk.
Dengan tujuh cara di atas, kentang untuk perkedel, sop, atau tumisan bisa selalu tersedia dalam kondisi segar. Jika ada kentang yang sudah bertunas kecil, potong tunasnya dan buang bagian kulit yang menghijau sebelum diolah; tetapi bila sudah lembek dan berbau, sebaiknya dibuang saja demi keamanan.
Sumber: panduan umum penyimpanan bahan pangan rumah tangga.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












