Mati Lampu Saat Hujan? Ini 7 Langkah Aman untuk Warga Boyolali

Ekonomi72 Views

BOYOLALI — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Boyolali kerap membuat aliran listrik padam mendadak. Rumah menjadi gelap, kipas dan lampu berhenti bekerja, dan aktivitas keluarga pun terhenti. Padamnya listrik saat hujan memang sering hanya berlangsung sebentar, tetapi bila tidak disikapi dengan benar, kondisi ini bisa menimbulkan risiko lain, mulai dari perangkat elektronik rusak hingga kecelakaan di dalam rumah.

Pemadaman saat hujan umumnya dipicu gangguan pada jaringan listrik, misalnya pohon tumbang menimpa kabel, petir menyambar instalasi, atau gardu distribusi yang terganggu. Petugas PLN biasanya memulihkan jaringan secara bertahap, dimulai dari jalur utama, sehingga sebagian wilayah bisa menyala lebih dulu daripada wilayah lainnya.

Sebelum panik, pastikan dulu apakah pemadaman hanya terjadi di rumah Anda atau juga di rumah tetangga. Bila hanya rumah Anda yang padam, kemungkinan besar masalahnya ada pada instalasi di dalam rumah, misalnya MCB yang turun atau sekring yang putus. Bila satu lingkungan ikut padam, kemungkinan besar gangguan berasal dari jaringan PLN dan Anda hanya perlu menunggu pemulihan sambil tetap waspada.

Baca juga:

Berikut tujuh langkah aman saat lampu mati karena hujan:

1. Siapkan penerangan yang aman

Gunakan senter atau lampu darurat sebagai penerangan utama. Lilin boleh dipakai, tetapi letakkan jauh dari gorden, kertas, dan bahan mudah terbakar, serta jangan pernah ditinggal menyala tanpa pengawasan, apalagi saat penghuni rumah tertidur.

2. Cabut perangkat elektronik yang sensitif

Cabut steker televisi, komputer, dan pengisi daya agar perangkat tidak rusak saat listrik menyala kembali dengan tegangan yang belum stabil. Biarkan satu lampu tetap dalam posisi menyala sebagai penanda bahwa aliran listrik sudah kembali normal.

3. Periksa MCB bila hanya rumah Anda yang padam

Bila tetangga masih menyala, periksa MCB di kotak listrik rumah. Bila posisinya turun, naikkan kembali setelah memastikan tidak ada bau terbakar atau percikan api. Bila MCB langsung turun lagi, jangan dipaksa — kemungkinan ada korsleting dan teknisi listrik perlu dipanggil.

4. Jauhi kabel putus dan tiang yang miring

Bila melihat kabel listrik putus menjuntai atau tiang miring setelah hujan deras, jangan mendekat dan jangan mencoba memindahkannya sendiri. Beri tahu warga sekitar agar tidak melintas di dekatnya, lalu laporkan ke PLN melalui 123.

5. Amankan makanan dan air bersih

Kulkas yang pintunya jarang dibuka masih bisa menjaga makanan tetap dingin selama beberapa jam. Siapkan air bersih dan makanan yang tidak perlu dimasak bila pemadaman berlangsung lama, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.

6. Laporkan gangguan ke PLN 123

Bila pemadaman meluas dan tak kunjung pulih, laporkan ke PLN melalui 123 atau aplikasi PLN Mobile dengan menyebutkan alamat lengkap. Catat nomor laporan agar mudah ditanyakan perkembangannya bila petugas belum datang.

7. Siapkan perlengkapan darurat musim hujan

Isi penuh power bank sebelum hujan deras datang, sediakan senter dan baterai cadangan, serta simpan nomor darurat di tempat yang mudah ditemukan. Bila memakai genset, letakkan di luar ruangan yang berventilasi baik dan jangan pernah menghubungkannya langsung ke instalasi rumah tanpa sakelar pemindah, karena berbahaya bagi petugas yang sedang memperbaiki jaringan.

Bila listrik padam lebih dari beberapa jam dan disertai kabel putus atau pohon tumbang, segera laporkan ke PLN 123 atau aparat setempat. Keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar menunggu lampu menyala kembali.

Info belanja:

Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *