BOYOLALI — Roti yang baru dibeli kemarin, pagi ini sudah ditumbuhi bintik hijau? Keluhan ini sering dialami warga Boyolali, apalagi saat musim hujan ketika udara di dapur terasa lebih lembap. Padahal, roti sebenarnya bisa bertahan lebih lama bila disimpan dengan cara yang benar.
Jamur pada roti tumbuh subur di tempat yang lembap, hangat, dan kurang sirkulasi udara. Sisa remah yang menempel di wadah, tangan yang basah saat mengambil roti, serta kemasan yang dibiarkan terbuka, semuanya mempercepat roti berjamur.
Di Boyolali, roti tawar, roti sobek, dan roti isi banyak dijual dalam kemasan plastik. Begitu kemasan dibuka, roti mulai terpapar udara. Karena itu, cara menyimpan setelah kemasan dibuka jauh lebih menentukan daripada tanggal yang tertera di bungkusnya.
Baca juga:
- Tempe Cepat Basi? Ini 7 Cara Menyimpannya agar Awet di Boyolali
- Telur Cepat Busuk? Ini 7 Cara Menyimpan Telur agar Awet di Boyolali
- Kentang Cepat Busuk? 7 Cara Menyimpannya agar Awet di Boyolali
1. Simpan dalam wadah tertutup rapat
Setelah dibuka, pindahkan roti ke wadah kedap udara atau jepit rapat mulut kemasannya dengan klip. Udara yang masuk membawa spora jamur dan membuat roti cepat kering sekaligus cepat berjamur. Wadah yang bersih dan kering jauh lebih baik daripada plastik yang sudah lecek dan lembap.
2. Jauhkan dari dapur yang lembap
Jangan meletakkan roti di dekat kompor, wastafel, atau dinding dapur yang sering berembun. Pilih tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung, misalnya lemari dapur bagian atas. Di musim hujan, kelembapan dapur di Boyolali cenderung tinggi, jadi lokasi penyimpanan makin penting.
3. Ambil roti dengan tangan kering dan bersih
Tangan yang basah atau berminyak memindahkan kelembapan ke permukaan roti. Biasakan mengambil roti dengan tangan kering, atau lebih baik lagi memakai penjepit makanan.
4. Bekukan roti bila tidak habis dalam dua hari
Roti yang tidak akan habis dalam waktu dekat sebaiknya langsung dibekukan. Iris roti terlebih dahulu, masukkan ke kantong kedap udara, lalu simpan di freezer. Saat hendak dimakan, roti bisa dipanggang langsung tanpa dicairkan lama-lama, dan rasanya tetap empuk.
5. Jangan menyimpan roti di kulkas biasa
Berbeda dengan freezer, kulkas biasa justru mempercepat roti menjadi keras dan kering, meski tidak selalu berjamur. Jadi, pilihannya hanya dua: suhu ruang untuk roti yang cepat habis, atau freezer untuk penyimpanan jangka lebih panjang.
6. Pisahkan roti yang sudah berjamur
Satu lembar roti berjamur bisa menularkan spora ke lembaran lain dalam satu bungkus. Begitu terlihat bintik jamur, segera pisahkan dan buang bagian tersebut beserta roti yang menempel padanya. Jangan hanya memotong bagian berjamur, karena akar jamur bisa sudah menyebar ke seluruh lembaran.
7. Beli secukupnya dan perhatikan kemasan
Cara paling mudah mencegah roti berjamur adalah membeli sesuai kebutuhan. Periksa kemasan sebelum membeli: hindari bungkus yang sobek, berembun dari dalam, atau sudah berbau asam. Roti yang dibeli dalam jumlah pas akan habis sebelum jamur sempat tumbuh.
Dengan tujuh kebiasaan di atas, roti di dapur warga Boyolali bisa lebih awet, tidak cepat terbuang, dan tetap nikmat disantap.
Sumber: panduan umum penyimpanan pangan rumah tangga.
Info Belanja
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps












