Seribu Pelari ke Boyolali, 10 UMKM Lokal Dapat Stan Gratis

Keramaian acara olahraga kerap membawa rezeki bagi pedagang kecil di sekitarnya. Di Boyolali, peluang itu dibuka lebih terarah: sejumlah pelaku UMKM mendapat tempat berjualan gratis di tengah ribuan pengunjung.

Bank Jateng Friendship Run Boyolali 2026 digelar di kawasan Kantor Bupati Boyolali pada Minggu (30/8/2026). Lari sejauh 5 kilometer itu diikuti lebih dari 1.000 pelari dan menjadi bagian dari rangkaian penutupan HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Boyolali.

Intinya

  • Friendship Run 5 km di Boyolali, Minggu (30/8/2026), diikuti lebih dari 1.000 pelari.
  • Sebanyak 10 UMKM binaan Bank Jateng Cabang Boyolali hasil kurasi mendapat stan gratis di area Race Village.
  • Penutupan HUT ke-81 Jateng di Alun-alun Kidul juga diisi Gerakan Pangan Murah, pameran UMKM, dan 4.500 porsi soto serta sego tumpang gratis.
  • Pengunjung diedukasi berbelanja nontunai, terutama dengan QRIS.

Siapa saja UMKM yang ikut?

UMKM yang terlibat merupakan hasil kurasi dari nasabah Bank Jateng Cabang Boyolali. Menurut Antara, mereka menjajakan kuliner, minuman, camilan, hingga produk khas daerah di area Race Village, yaitu area pendukung acara yang berisi stan dan hiburan.

Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita mengatakan keterlibatan UMKM bukan sekadar pelengkap. “Kami ingin kehadiran UMKM binaan tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan, tetapi benar-benar mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya, seperti dikutip Jatengnews.id.

Kepada Espos, pihak penyelenggara menyebut 10 stan itu disediakan gratis setelah melalui seleksi. “Kali ini diikuti 10 stan UMKM yang kami seleksi dan kurasi secara selektif untuk menjamin mutu, kualitas, dan kebersihan,” katanya.

Apa manfaatnya bagi ekonomi lokal?

Menurut Harian Jogja, fasilitas stan gratis memberi kesempatan pelaku usaha untuk langsung bertemu ribuan warga yang menghadiri penutupan HUT ke-81 Jateng. Acara itu juga menjadi sarana edukasi transaksi digital bagi masyarakat.

Penyelenggara juga menyinggung besarnya perputaran uang di ajang puncaknya. “Perputaran uangnya cukup besar, di Borobudur Marathon sempat Rp76 miliar,” kata pihak penyelenggara, seperti dikutip Espos. Pada acara puncak, jumlah UMKM yang terlibat disebut akan lebih banyak karena berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Sekda Jawa Tengah Sumarno menilai kegiatan semacam ini bisa mengenalkan kuliner khas daerah. “Ketika mereka sudah mengenal dan menikmati kekhasan daerah, tentu bisa menjadi daya tarik untuk datang kembali ke Boyolali,” katanya, seperti dikutip Antara.

Apa lagi yang digelar untuk warga?

Di Alun-alun Kidul Boyolali, penutupan HUT ke-81 Jateng diisi Gerakan Pangan Murah (GPM), pameran UMKM, senam bersama, cek kesehatan gratis, dan hiburan rakyat. GPM adalah penjualan bahan pangan dengan harga terjangkau untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Panitia juga menyediakan 4.500 porsi Soto Boyolali dan sego tumpang gratis. Seusai berlari, peserta Friendship Run bergabung dengan sekitar 750 warga di kawasan Car Free Day untuk senam dan menikmati soto serta susu segar dari Pemkab Boyolali.

Apa selanjutnya?

Rangkaian Friendship Run berlanjut di Kota Semarang pada 20 September 2026, lalu mencapai puncaknya di Bank Jateng Borobudur Marathon di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 15 November 2026. Sekitar 12.500 peserta diperkirakan ikut dalam ajang puncak itu.

Pelaku UMKM Boyolali yang ingin mengikuti program pembinaan dapat memantau informasi dari Pemkab Boyolali di boyolali.go.id.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *