Nasi Tumpang Cingur Mbok Semi Ampel, Direbus 7–8 Jam di Kayu Bakar

Kuliner, Wisata36 Views

Bagi pencinta kuliner rumahan, Boyolali bukan hanya soal soto dan susu segar. Di sebuah dukuh di Kecamatan Ampel, ada warung sederhana yang bertahan puluhan tahun hanya dengan satu menu andalan dan tetap dicari pembeli dari luar kota.

Warung itu adalah Nasi Tumpang Cingur dan Koyor Mbok Semi di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel. TribunSolo.com dalam ulasannya pada Selasa (22/9/2026) menyebut warung ini telah bertahan lebih dari 50 tahun dengan sajian nasi sambal tumpang berlauk cingur dan koyor.

Intinya

  • Warung berada di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Ampel, sekitar 2 km dari pertigaan Desa Tanduk di Jalan Raya Solo–Semarang.
  • Cingur dan koyor direbus 7–8 jam di tungku kayu bakar hingga empuk.
  • Harga mulai Rp20 ribuan per porsi; buka pagi hingga sore atau sampai habis, per TribunSolo.com (22/9/2026).
  • Usaha kini diteruskan anak Mbok Semi dan pernah melayani pesanan sejumlah tokoh.

Seperti apa sajiannya?

Menu utamanya nasi yang disiram sambal tumpang, lalu diberi potongan cingur dan koyor serta taburan serundeng. Cingur adalah bagian hidung dan mulut sapi, sedangkan koyor adalah bagian urat sapi. Sambal tumpang sendiri merupakan kuah berbumbu yang, menurut Beritasatu.com, dibuat dari tempe busuk.

Beritasatu.com dalam liputannya pada 2024 menggambarkan sambal tumpang di warung ini berkuah kental, dengan bumbu yang meresap ke tahu. Serundeng kelapa disajikan dalam satu baskom, dengan rasa gurih dan manis yang mendominasi.

Suasananya pun jauh dari kesan restoran. TribunSolo.com menggambarkan tidak ada etalase; di depan rumah tampak tumpukan kayu bakar, dan hidangan tersaji di meja dapur layaknya meja makan keluarga. Beritasatu.com mencatat pembeli bisa makan lesehan di dalam rumah atau di meja dan kursi teras.

Apa rahasia cingurnya empuk?

Kuncinya ada pada proses memasak. Kedua sumber menyebut cingur dan koyor direbus sekitar 7–8 jam dengan api kayu bakar hingga empuk dan kaldunya keluar. Cara tradisional ini masih dipertahankan dan menjadi ciri khas warung.

Menurut Beritasatu.com, dalam sehari warung ini bisa menghabiskan 5–7 kilogram congor sapi. Pembelinya datang dari Semarang, Salatiga, Solo, Yogyakarta, Klaten, hingga Boyolali sendiri.

Salah satu pembeli asal Salatiga, Elis, kala itu mengaku baru pertama kali mencoba. “Ternyata rasanya enak, empuk, dan bumbunya meresap. Dagingnya juga tidak berlemak,” katanya, seperti dikutip Beritasatu.com.

Siapa saja pelanggannya?

Lasmi, anak Mbok Semi yang meneruskan usaha keluarga, kepada TribunSolo.com mengatakan warungnya pernah melayani pembelian dari tokoh terkenal. “Pak Jokowi sudah tiga kali beli congor sama serundeng. Tapi yang beli utusannya,” jelas Lasmi, seperti dikutip TribunSolo.com.

Selain itu, dalang Ki Anom Suroto hingga Bupati Boyolali juga disebut pernah menyantap hidangan dari warung tersebut. Pada 2024, Beritasatu.com menyebut usaha ini diteruskan oleh anak perempuan Mbok Semi bernama Sulasih.

Apa selanjutnya?

TribunSolo.com mencatat harga satu porsi mulai Rp20 ribuan, dengan jam buka pagi hingga sore atau sampai makanan habis. Pada 2024, Beritasatu.com mencatat warung buka pukul 07.00–17.00 WIB dengan harga Rp25.000 per porsi termasuk nasi dan minum, sehingga harga bisa berbeda tergantung pilihan lauk.

Karena dimasak dalam jumlah terbatas, datang lebih awal adalah pilihan aman agar tidak kehabisan. Warung berada di kawasan permukiman, tidak jauh dari Jalan Raya Solo–Semarang.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *