Rem blong adalah mimpi buruk setiap pengendara, terutama saat melintasi turunan panjang. Jumat (6/11/2026) kemarin, sebuah truk trailer bermuatan arang seberat 25–28 ton mundur tak terkendali di Jalan Solo–Semarang, tepatnya di timur SPBU Tegalwire, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Truk bernomor polisi L 8018 UCC itu gagal menanjak saat hendak masuk SPBU, lalu meluncur mundur hingga melindas sepeda motor dan menabrak warung. Sopirnya, Agung, menduga sistem pengereman angin truk mengalami gangguan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Rem bisa blong karena beberapa sebab. Pada mobil dan motor, penyebab paling umum adalah kampas rem yang sudah aus, minyak rem yang habis atau bocor, serta rem yang terlalu panas karena ditekan terus-menerus di turunan panjang. Panas berlebih membuat minyak rem mendidih dan daya cengkeram kampas menurun, kondisi yang dikenal sebagai brake fade. Pada truk, sistem rem angin bisa kehilangan tekanan bila ada kebocoran selang udara. Beban kendaraan yang berlebih juga memperberat kerja rem.
Jalur menurun bukan hal asing bagi warga Boyolali. Ruas Selo–Cepogo di lereng Merapi, jalan Solo–Semarang, hingga turunan menuju Ampel kerap dilalui kendaraan bermuatan berat. Catatan lama menunjukkan rem blong pernah berujung maut di wilayah ini, antara lain bus yang terguling di Cepogo pada 2017 dan truk yang menabrak Puskesmas Mojosongo pada 2019 setelah remnya kehilangan fungsi sejak dari Ampel. Karena itu, memahami cara menghadapi rem blong sama pentingnya dengan merawat rem itu sendiri.
Baca juga:
- Truk Kontainer Terguling di Mojosongo Boyolali, Motor Remuk Terlindas
- 7 Tanda Kampas Rem Motor Habis, Penting untuk Pengendara Boyolali
- 7 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor yang Sering Picu Kecelakaan di Boyolali
Yang Harus Dilakukan Saat Rem Blong
Pertama, tetap tenang dan jangan panik. Pompa pedal rem berkali-kali dengan cepat, karena tekanan bisa kembali terbangun bila masalahnya hanya udara atau minyak rem yang mendidih. Kedua, manfaatkan engine brake: turunkan gigi secara bertahap ke posisi paling rendah agar putaran mesin menahan laju kendaraan. Pada mobil matik, geser tuas dari D ke 3, 2, lalu L; pada motor matik, jaga gas sedikit agar mesin tetap menahan dan usahakan kecepatan sekitar 5–10 km per jam di turunan curam.
Ketiga, gunakan rem tangan secara perlahan, jangan ditarik mendadak karena roda belakang bisa terkunci dan kendaraan melintir. Keempat, nyalakan lampu hazard dan bunyikan klakson agar pengguna jalan lain memberi ruang. Arahkan kendaraan ke bahu jalan, jalur penyelamat berpasir bila tersedia, atau gesekkan bodi ke tebing maupun pembatas jalan sebagai pilihan terakhir. Yang tak kalah penting, jangan matikan mesin: setir akan menjadi berat dan rem kehilangan bantuan vakumnya.
Cara Mencegah Rem Blong
Pencegahan jauh lebih murah daripada akibatnya. Periksa ketebalan kampas rem secara berkala dan ganti bila sudah di bawah 2 mm atau muncul bunyi berdecit. Ganti minyak rem setiap 20.000–40.000 km atau maksimal dua tahun sekali. Di turunan panjang, jangan menginjak rem terus-menerus; gunakan engine brake dan rem depan-belakang secara bergantian agar rem tidak kepanasan. Untuk truk dan kendaraan bermuatan, pastikan tekanan angin rem normal sebelum berangkat dan jangan membawa beban melebihi kapasitas.
Rem yang sehat adalah penentu selamat atau tidaknya perjalanan. Luangkan beberapa menit untuk memeriksa rem sebelum berangkat, terutama bila rute Anda melewati turunan panjang di wilayah Boyolali. Satu pengecekan kecil bisa menyelamatkan nyawa Anda dan pengguna jalan lain.
Sumber: Solopos/Espos.id, Detikcom via BSI News, Auto2000, IBID Astra, OtoHans — Sabtu, 7 November 2026. Peristiwa: Jumat, 6 November 2026, Mojosongo, Boyolali.
Info Belanja:
Website: https://www.klatenshop.com
Toko offline: Jl. Raya Solo-Jogja KM 11, Pengung, Klepu, Ceper, Klaten — lihat di Google Maps









