Pencinta kopi di Boyolali punya alasan baru untuk menengok lereng Merbabu. Kopi dari sebuah desa di Kecamatan Ampel ikut mengantar seorang barista menjadi juara kompetisi seduh kopi di Inggris.
Menurut Espos (6/8/2026), kopi liberika produksi Omah Kopi Ngemplak di Desa Banyuanyar, Ampel, dipakai Andrew Wong asal London saat menjuarai UK Brewers Cup 2026. Kabar itu viral setelah diunggah akun Instagram Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI-SCAI) pada April 2026.
Intinya
- Kopi liberika Omah Kopi Ngemplak, Banyuanyar, Ampel, dipakai juara UK Brewers Cup 2026, Andrew Wong.
- Andrew memadukan kopi nangka liberika lereng Merbabu dengan kopi Panama Geisha.
- Pemilik menyebut permintaan naik hingga 150 persen; pesanan sejak awal 2026 mencapai lima ton.
- Omah Kopi Ngemplak berdiri sejak 2014 dan dikenal dengan kopi nangka (liberika/excelsa).
Bagaimana kopi Banyuanyar sampai ke Inggris?
Pengusaha kopi asal Pekalongan, Rifqi Maulana, mengonfirmasi kopi yang dipakai Andrew adalah kopi nangka liberika dari Omah Kopi Ngemplak. “Saya bawa ke Inggris sebagai eksportir,” katanya, seperti dikutip Espos.
Menurut Rifqi, Andrew memadukan liberika lereng Merbabu dengan Panama Geisha. Liberika memiliki tingkat kemanisan tinggi dan keasaman rendah, sehingga dipadukan dengan Geisha yang lebih asam agar rasanya seimbang. Hasilnya disebut kompleks, manis, dan wangi.
Pemilik Omah Kopi Ngemplak, Eko Budi Suroso, mengatakan kopi liberika Banyuanyar dipilih setelah melalui proses cupping, yakni uji cita rasa kopi. “Kemenangan tersebut membuktikan kopi Indonesia juga bisa mendunia,” ujarnya, seperti dikutip Espos.
Apa istimewanya kopi nangka?
Laman Karya Kreatif Indonesia menyebut Omah Kopi Ngemplak didirikan Eko Budi Suroso sejak 2014. Keunggulannya adalah kopi nangka (liberika/excelsa) yang diwariskan turun-temurun dan disebut sebagai peninggalan era Belanda. Pohonnya bisa tumbuh setinggi 9 meter, dengan biji lebih besar daripada arabika dan robusta.
Espos pada 2021 menulis, warga setempat menyebut pohon kopi warisan itu kopi barendo, lebare londo, atau legandar karena pohonnya tinggi dan besar. Kopi ini disebut dibawa ke Boyolali oleh bangsawan Eropa Johannes Agustinus Dezentje, yang makamnya ada di Kerkhof Ampel.
Aromanya khas. Selain nangka, Karya Kreatif Indonesia juga menyebut aroma sayuran. Seorang penyeduh kopi yang diwawancarai Espos pada 2021 bahkan lebih suka menyebut aromanya seperti pisang masak yang direbus.
Apa dampaknya bagi petani dan warga?
Eko mengatakan permintaan kopi bisa naik 150 persen. Tahun lalu pesanan sekitar dua ton, sedangkan sejak awal 2026 hingga awal Agustus sudah mencapai lima ton. Sebagian pesanan bahkan terpaksa ditolak karena kapasitas produksi terbatas, menurut Espos.
Permintaan datang dari dalam negeri dan luar negeri, antara lain Inggris, Oman, dan Korea Selatan. Harga kopi di Banyuanyar juga ikut naik, dari belum menembus Rp18.000 per kilogram sebelum 2014 menjadi sekitar Rp56.000–Rp62.000 per kilogram.
Apa selanjutnya?
Bagi wisatawan, kopi nangka bisa dinikmati langsung di Banyuanyar. Laman Karya Kreatif Indonesia mencantumkan alamat Omah Kopi Ngemplak di Ngemplak RT 03/RW 03, Banyuanyar, Ampel, Boyolali, serta akun Instagram @omahkopi_ngemplak.
Karena pasokan liberika terbatas, sebaiknya hubungi pengelola lebih dulu sebelum berkunjung atau memesan dalam jumlah besar. Jam buka dan harga seduhan tidak tercantum di sumber, jadi tanyakan langsung kepada pengelola.












